Berebut Ruang Pimpinan Fraksi di Gedung Parlemen

26/3/2015 00:00
Berebut Ruang Pimpinan Fraksi di Gedung Parlemen
(MI/M Irfan)
ADA pemandangan yang berbeda di gedung parlemen Senayan Jakarta, khususnya lantai 12 di Gedung Nusantara I, yang ditempati pimpinan Fraksi Partai Golkar. Sejumlah petugas keamanan, baik dari pengamanan dalam (pamdal) Setjen DPR maupun aparat berseragam kepolisian tampak berjaga-jaga.

Penjagaan di lantai 12 tersebut berbeda dengan ruangan fraksi lainnya. Pengamanan yang terbilang ketat itu terasa setelah secara terbuka kubu Agung Laksono, Ketua Umum Partai Golkar yang diakui pemerintah, menyatakan akan menempati ruang fraksi yang kini masih ditempati kubu Aburizal Bakrie.

Siang, kemarin, ruangan yang ada di lantai 11, 12, dan 13 yang ditempati Fraksi Golkar tersebut tak luput dari penjagaan aparat, baik di lobi, lorong fraksi, dan pintu masuk ruang fraksi. Tampak tiga pamdal berjaga persis di depan pintu masuk menuju ruang ketua fraksi. Sementara itu, di lobi lantai fraksi tampak 6 pamdal dan sekitar 9 polisi tengah berjaga-jaga.

Terlihat pengerahan penjagaan lebih difokuskan di lantai 12 yang salah satu ruangnya ditempati Ketua Fraksi Ade Komaruddin. Lantai 13 hanya ada dua polisi yang berjaga. Di luar ketiga ruangan, misalnya di lantai 14, penjagaan berjalan normal. Di situ hanya dijaga dua orang pamdal tanpa ada pihak kepolisian.

Golkar versi Agung memang telah menunjuk Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Ketua Fraksi Golkar dan Fayakun Andriadi, Sekretaris Fraksi. Kubu Agung pun telah mengultimatum Ade dan Bambang Soesatyo (sekretaris fraksi) untuk angkat kaki dari ruang kerjanya hingga 29 Maret.

Namun, pemandangan adanya penjagaan dan pengamanan di lantai 12 itu diakui sebagai hal yang biasa saja oleh Kepala Sekretariat Fraksi Golkar Supardi. Ia mengatakan pengamanan tersebut tidak hanya untuk mengamankan para elite fraksi, tapi juga untuk para staf di sana. "Kami kan juga dijagain stafnya," ujarnya kemarin. Ia pun mengatakan masih akan mematuhi perintah dari Ade Komaruddin.

Adapun peringatan yang diberikan oleh kubu Agung, jika Ade dan Bambang menolak meninggalkan ruang fraksi, pihaknya akan mengerahkan aparat dari pamdal dan polisi untuk mengambil alih ruang fraksi. Perebutan ruang Fraksi Golkar memang cukup menarik perhatian. Apa yang akan terjadi empat hari berikutnya. Kita tunggu saja. (Nur/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya