Surya Paloh Minta Kadernya Buktikan Kemampuan dan Militansi

Antara
03/9/2018 18:58
Surya Paloh Minta Kadernya Buktikan Kemampuan dan Militansi
(MI/Pius Erlangga)

KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh mengharapkan menjelang perhelatan Pemilu 2019, seluruh kader termasuk calon legislatif bisa membuktikan kemampuan dan militansi.

"Kita punya satu tekad, pandangan sikap yang sama untuk memberikan pembuktian NasDem sebuah partai yang penuh dengan kemampuan dan militansi," kata Surya Paloh, dalam pidato penutupan Pekan Orientasi Calon Anggota Legislatif Partai NasDem di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Senin (3/9).

Ia menekankan agar para caleg benar-benar berkompetisi menjaring suara dan menangkap simpati rakyat pada Pemilihan Legislatif 2019. Surya menyebut, NasDem sebagai partai muda masih punya banyak mimpi untuk diraih. "Obsesi besar kita, tidak mau tetap status quo di posisi kita seperti hari ini. Kita mau membubuhkan catatan sejarah perjalanan partai di negeri ini," katanya.

Dia juga meminta caleg NasDem selalu bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. "Kita berupaya sepenuh dengan seluruh strategi yang kita miliki. Dengan seluruh daya, upaya, kemampuan dan militansi yang kita miliki. Kita mau jadi partai besar di negeri ini," tegas Surya.

Dalam kesempatan itu, Surya mengatakan, ke depannya bangsa Indonesia memang harus mampu memperkuat sistem kepemimpinan nasional melalui sistem
presidensial.

"Kita mau kepala negara bisa lebih kokoh, tegas, untuk menghadapi tantangan bangsa. Kita ingin memperkuat sistem presidensial. Kita sepakat bukan untuk kepentingan partai, tapi untuk kepentingan nasional. Para caleg harus bisa memberikan tanggungjawab itu untuk bangsa dan negara kita," ucap Surya.

Salah satu hal yang tak sejalan dengan sistem presidensial, kata Surya, adalah perbedaan ambang batas antara pencalonan presiden dan legislator.
Ambang batas pencalonan presiden di angka 20-25 persen, sedangkan ambang batas legislator 4%.

"Angka 4% itu terlalu mudah, sehingga akan mendorong (munculnya) banyak partai atau sistem multipartai. Presidensial bertolak belakang dengan sistem multipartai," katanya. (Ant/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya