Australia Suap Kapal Pengungsi, JK: Itu Bisa Disebut Human Traficking
Dheri Agriesta
15/6/2015 00:00
( AFP/JANUAR)
PEMERINTAH Australia dikabarkan telah menyogok kapten dan kru kapal yang membawa pengungsi menuju negeri Kangguru itu. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut tindakan yang dilakukan pemerintah Australia itu bisa disebut sebagai human traficking.
"Iya, tindakan itu bisa menjadi human traficking," kata JK di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/6).
Terlebih, tindakan ini dilakukan terhadap pengungsi yang mencari perlindungan di negeri lain. Padahal, PBB telah memiliki aturan terhadap penanganan pengungsi.
Dikatakan, Australia sangat paham dengan aturan yang dibuat PBB itu. Mengingat, pemerintahan negeri Kangguru merupakan salah satu negara yang ikut tandatangan dalam Konvensi tentang status kenegaraan pengungsi di tahun 1951 itu.
"Itu Australia termasuk yang tandatangan di konvensi itu, Indonesia malah tidak," kata JK.
Meski tak ikut mengambil sikap dalam konvensi itu, Indonesia telah menampung sekitar 1.800 pengungsi yang terdiri dari 1000 pengungsi Rohingya dan 800 pengungsi asal Bangladesh. United Nation High Comission of Refuggee (UNHCR) menyebut, pengungsi itu tersebar di lima wilayah di Sumatera Utara dan Aceh.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir menyebutkan bahwa Pemerintah Australia mendorong kembali kapal yang berisi 65 pengungsi. Pihak pejabat Australia yang melakukan hal itu dikabarkan membayar kapten kapal dan kru yang membawa pengungsi itu dengan uang sebesar USD5.000.
Baik kapten dan kru kapal tersebut saat ini sudah ditahan oleh pihak berwenang Rote. Arrmanatha memastikan bahwa pihak tertuduh mengakui apa yang ditanyakan kepada mereka. Namun saat ini proses penyelidikan masih terus berlanjut.
PM Australia Tony Abbott pun tidak membantah atau mengakui tentang pejabatnya yang membayar kapten kapal pengungsi, untuk kembali ke perairan Indonesia.
Menurut Abbott, pemerintahnya akan berupaya keras untuk menghentikan kapal berisi para pengungsi dengan cara bersih atau kotor. Bagi Abbott apa yang dilakukan pejabatnya itu, merupakan cara kreatif.
Ketika ditanya mengenai ulah pejabatnya yang membayar kapten kapal itu, Abbott menegaskan dia tidak akan membicarakan masalah hipotesis. Baginya yang terpenting saat ini adalah menghentikan masuknya kapal pengungsi ke Australia.(Q-1)