Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON wakil presiden Ma'ruf Amin membantah Presiden RI Joko Widodo kerap bagi-bagi tanah kepada konglomerat. Ia menegaskan tak ada tanah yang dikuasai kelompok tertentu ketika pasangannya pada Pilpres 2019 itu menjabat.
"Saya katakan itu tidak benar. Pak Jokowi pernah bilang sama saya, saya tidak pernah ngasih satu hektare pun kepada konglomerat," tegas kata Ma'ruf dalam pidapo di depan 575 caleg Partai Nasdem di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (2/9).
Ma'ruf justru melihat Jokowi sangat bijak soal distribusi aset. Calon petahana itu justru menguatkan dan memberdayakan kekayaan negara melalui redistribusi aset. Sisa-sisa lahan yang ada di negeri ini diolah dengan baik. Tanah dibagikan kepada koperasi maupun pesantren. Kebijakan itu, terang Ma'ruf, jelas menunjukkan keberpihakan Jokowi kepada masyarakat.
"Sehingga mereka bertumbuh menjadi lebih kuat," tegas dia.
Ia sempat berkelakar soal rumor jutaan hektare tanah di Indonesia yang dikuasai sekelompok konglomerat. Menurut Ma'ruf, penyebaran rumor tersebut merupakan penyakit warisan pemerintahan sebelumnya."Jadi yang ngasih itu bukan Pak Jokowi tapi orang yang sebelumnya. Saya tidak harus sebut orangnya," ucap dia.
Sebelumnya, Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais 'menyerang' Presiden Joko Widodo. Ia mengkritik soal program bagi-bagi sertifikat yang pernah dilakukan Jokowi. Ia menyebut program itu merupakan pembohongan. Ia menuding Jokowi bersekongkol dengan konglomerat.
"Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektare, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?" kata Amien saat menjadi pembicara di Hotel Savoy Homman, Jalan Asia Afrika, Bandung, Minggu, 18 Maret 2018. (Medcom/OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved