Novanto Diduga Tahu Proses Suap Proyek PLTU Riau

Golda Eksa
01/9/2018 15:20
Novanto Diduga Tahu Proses Suap Proyek PLTU Riau
( MI/BARY FATHAHILAH)

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menelusuri proses pengadaan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 di Provinsi Riau. Kuat dugaan perkara suap tersebut diketahui oleh mantan Ketua DPR Setya Novanto.

Hal itu dikemukakan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif kepada wartawan, Sabtu (1/9). Menurut dia, lembaga antirasywah belum bisa menjelaskan secara detail mengenai benang merah perkara.

"Kita tahu bahwa antara perusahaan penyuap dengan perusahaan itu (PT Skydweller Indonesia Mandiri) punya kerja sama. Mereka tahu proses-proses, khususnya Pak SN (Setya Novanto). Proses pengadaan proyek ini, termasuk proses yang berhubungan dengan pengaturan fee suap dan lain-lain," kata Laode.

Dalam perkara itu KPK telah memeriksa Komisaris PT Skydweller Indonesia Mandiri, Rheza Herwindo. Putera Novanto yang hadir dalam kapasitas saksi itu pernah diperiksa untuk tersangka mantan Menteri Sosial Idrus Marham dan tersangka bos Blackgold Natural Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Selain Idrus dan Johannes, KPK juga menyematkan status serupa terhadap mantan Wakil Ketua Komisi VII dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih. Kasus itu bermula dari operasi penangkapan yang dilakukan di kediaman Idrus, di Jakarta, Jumat (13/7).

Eni diduga telah menerima suap sebesar Rp500 juta dari Johannes terkait proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt. Uang itu diduga komitmen fee 2,5% dari nilai proyek yang akan diberikan Johannes kepada Eni terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Pun fulus Rp500 juta itu bukan suap yang pertama kali diterima Eni dari Johannes. KPK menduga itu merupakan pemberian keempat dari Johannes. Eni sebelumnya telah menerima Rp2 miliar pada Desember 2017, Rp2 miliar (Maret 2018) dan Rp300 juta (8 Juni 2018). Total uang suap yang diterima Eni dari proyek ini mencapai Rp4,8 miliar. 

KPK menduga Eni berperan sebagai pihak yang memuluskan jalan perusahaan Blackgold Natural Resources Limited untuk menggarap proyek PLTU Riau-1. Proyek tersebut dikerjakan PT Pembangkitan Jawa-Bali dan PT PLN Batubara dengan mitra kerja konsorsium BlackGold dan China Huadian Engineering Co Ltd (CHEC). (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya