PANGLIMA Komando Operasi Angkatan Udara II Makasar Indonesia Timur Marskal Muda TNI Barhim mengatakan Operasi Sakti atau Operasi Sandi Perisai 15 merupakan operasi gabungan.
"Operasi ini adalah operasi gabungan panglima TNI yang dilakukan setiap tahun. Tugasnya, mengamati seluruh lintas udara seperti pelanggaran yang dilakukan negara tetangga kita di perbatasan," kata Barhim, Kamis (11/6).
Pelanggaran yang sering kali dilakukan negara tetangga seperti Malaysia adalah melewati perbatasan udara antar Indonesia dan negara Malaysia.
Menurut Barhim, operasi gabungan panglima TNI ini terdiri dari Satuan Tugas Udara (Satgasra) dan Satuan Tugas Laut (Sagasut). "Ada dua satgas yang terlibat, laut dan udara," katanya di Landasan Udara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara.
Pesawat tempur sergap F16 milik TNI Angkatan Udara melakukan operasi sakti dari Landasan Udara Juwata Tarakan, hari ini, pada Kamis (11/6).
Operasi digelar untuk melakukan pengawasan di lalu lintas udara di area Tarakan dan perairan Ambalat terhadap pesawat asing yang kerap kali melewati perbatasan. Tiga pesawat dari Lanud Iswahyudi memasuki kawasan Lanud Juwata Tarakan, Rabu (10/6).
Dari pantauan, tiga pesawat F16 masih melakukan operasi saat ini. Pesawat mulai lepas landas pada pukul 9.00 WITA. Pesawat dengan seri TS 1609 lebih dulu lepas landas, untuk kemudian disusul pesawat tempur sergap F16 seri TS 1605 Tipe A.
Pengamanan Perbatasan
Barhim mengatakan Operasi Sandi Perisai tersebut digelar untuk pengawasan terhadap perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di Perairan Ambalat dan Tarakan.
"Operasi sandi perisai 15 ini pengamanan perbatasan laut dan udara yang ada di kalimantan," ujar Barhim.
Menurut Barhim, operasi ini merupakan operasi yang dilakukan setiap tahun.
"Tugas kita dalam operasi ini (operasi sakti), mengamati seluruh lintas udara seperti pelanggaran yang dilakukan negara tetangga kita. Kalau ada peningkatan pelanggaran, saat inilah kita berada disini. Hal ini tidak kami anggap ringan karna dapat memicu provokasi terhadap hubungan antarnegara," tuturnya.
Operasi digelar untuk melakukan pengawasan di lalu lintas udara di area Tarakan dan perairan Ambalat terhadap pesawat asing yang kerap kali melewati perbatasan. Tiga pesawat dari Lanud Iswahyudi memasuki kawasan Lanud Juwata Tarakan, kemarin, Rabu (10/6).
Dari pantauan Metrotvnews.com, tiga pesawat F16 masih melakukan operasi saat ini. Pesawat mulai lepas landas pada pukul 9.00 WITA. Pesawat dengan seri TS 1609 lebih dulu lepas landas, untuk kemudian disusul pesawat tempur sergap F16 seri TS 1605 Tipe A. (Q-1)