Dana Suap Digunakan untuk Kampanye Calon Gubernur Sultra

Golda Eksa
29/8/2018 17:33
Dana Suap Digunakan untuk Kampanye Calon Gubernur Sultra
(MI/ADAM DWI)

KEPALA Bidang Tata Usaha BPKAD Pemerintah Kota Kendari Laode Marvin membeberkan dirinya pernah diminta untuk menyerahkan dana fee proyek sebesar Rp4 miliar untuk kepentingan kampanye calon Gubernur Sulawesi Tenggara, Asrun

Hal itu dikatakan Laode dalam sidang lanjutan dugaan suap, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (29/8). Laode hadir dalam kapasitas saksi untuk 3 terdakwa, yaitu Wali Kota Kendari nonaktif Adriatma Dwi Putra, mantan Wali Kota Kendari sekaligus calon Gubernur Sultra Asrun, dan mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemerintah Kota Kendari Fatmawati Faqih

Dihadapan majelis hakim dan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Laode tidak menampik keterangan yang pernah dibuatnya dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Ia mengaku diperintahkan Fatmawati untuk memberikan uang fee tersebut kepada Dirut PT Sarana Bangun Nusantara (SBN) Hasmun Hamzah melalui PT Sarana Eka Lancar, perusahaan yang dikelola oleh keponakan Fatmawati, M Ishak.

"Pernah (memberikan uang) Rp4 miliar. (Pemberian) secara empat tahap. Rp1 miliar di akhir Januari atau Februari 2017, namun persisnya saya tidak ingat," ujar Laode saat menjawab pertanyaan tim jaksa lembaga antirasywah.

Laode menegaskan, dirinya hanya menjalankan perintah dan tidak mengetahui tujuan pemberian uang itu kepada Ishak. Selain itu, Laode juga tidak membantah bahwa dirinya diminta Fatmawati untuk memberikan dukungan moril kepada Asrun, seperti menyiapkan kalender dan kaus kampanye.

Fatmawati dikenal sebagai orang kepercayaan Asrun dan Adriatma. Pascapensiun sebagai Kepala BPKAD Kendari tahun 2016, Fatmawati menjadi staf khusus nonformal untuk membantu pengelolaan keuangan daerah di Pemkot Kendari. Penunjukan posisi baru itu atas perintah Wali Kota Kendari Asrun yang kemudian maju di pilkada Sulawesi Tenggara.

Posisi staf khusus tersebut pun diperpanjang setelah Adriatma terpilih sebagai Wali Kota Kendari menggantikan ayahnya. Fatmawati diketahui mempunyai pengaruh kuat di kalangan kontraktor, khususnya terkait jatah proyek. Melihat mahalnya biaya politik Asrun, Fatmawati lalu meminta Hasmun untuk membantu mempersiapkan dana kampanye. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya