Kemenhan Giatkan Industri Alutsista Berskala Internasional

Golda Eksa
28/8/2018 21:24
Kemenhan Giatkan Industri Alutsista Berskala Internasional
( ANTARA FOTO/Feny Selly)

PERAN industri pertahanan dalam penyelenggaraan pertahanan negara dinilai sebagai prioritas dan sangat penting. Pun peran tersebut telah dibuktikan oleh sejumlah BUMN dan BUMS dalam bentuk produk inovasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Tanah Air.

Demikian dikatakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan Anne Kusmayati seusai acara Pameran Bursa Penelitian dan Pengembangan Pertahanan, di Gedung Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan, Pondok Labu, Jakarta, Selasa (28/8).

Menurutnya, pelbagai produk alutsista yang dipamerkan masih berupa prototipe. Diharapkan nantinya seluruh kreativitas anak bangsa itu bisa diproduksi secara massal serta digunakan TNI, seperti yang diamanatkan dalam UU Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

"Bursa litbang ini merupakan salah satu upaya kami untuk menyampaikan, sosialisasikan, publikasi hasil liybang. Peran litbang adalah tentunya membangun kemandirian pertahanan, yaitu memenuhi alat peralatan TNI," ujar Anne.

Pameran Bursa Litbang Kemhan yang mengangkat tema Inovasi Menuju Kemandirian Pertahanan Sebagai Wujud Bela Negara, sambung dia, merupakan pembuktian bahwa hasil-hasil litbang selama sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tema tersebut relevan karena bangsa Indonesia pada hakekatnya ialah bangsa pejuang yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi melalui kesadaran bela negara.

Menurut dia, hal itu menjadi fondasi yang kuat dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi melalui penelitian dan pengembangan, terutama yang berkaitan dengan alutsista. Demi mewujudkan alutsista yang modern dan berteknologi tinggi serta merupakan karya anak bangsa, otomatis dibutuhkan penelitan dan pengembangan yang serius, akurat, serta tepat sasaran.

"Pemenuhan alat peralatan pertahanan TNI itu mau tak mau harus melalui litbang. Kita melihat proses akuisisi dari ancaman. Kemudian ancaman kita kaji menjadi suatu ide dan gagasan, dijadikan satu konsep, dan validasi sistem. Itulah kegiatan-kegiatan litbang, mulai dari desain, terakhir di prototipe, baru pengadaan."

Lebih jauh, terang dia, untuk memproduksi produk-produk pertahanan negara yang inovatif maka interkonekvitas antara industri pertahanan nasional dengan badan-badan litbang mutlak diperlukan. Alasannya, kemandirian industri pertahanan nasional wajib dibangun atas tiga pilar, yaitu interkonekvitas industri pertahanan dengan badan litbang dan perguruan tinggi.

"Badan-badan Litbang di sini mencakup divisi internal industri pertahanan serta juga institusi-institusi lain yang melakukan aktifitas penelitian dan pegembangan yang dapat didayagunakan untuk keperluan industri pertahanan," kata Anne.

Dalam pameran yang diikuti sebanyak 40 institusi, yakni 4 kementerian/lembaga, 5 TNI, 6 perguruan tinggi dan 25 industri, itu juga diserahkan hasil Litbang Balitbang Kemhan kepada TNI AL berupa Mobile Hyperbaric Chamber dan Kapal Selam Tanpa Awak.

"Melalui penyelenggaraan pameran ini diharapkan masyarakat dari berbagai kalangan, institusi pemerintah, swasta dan lembaga riset maupun mahasiswa dan pelajar lebih mengenal produk-produk Litbang Kemhan dalam negeri yang telah dan akan digunakan oleh TNI," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya