Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Ketua DPR Setya Novanto membenarkan bahwa ada aliran dana suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 ke Partai Golkar. Ia pun menegaskan bahwa aliran tersebut bukan saat dirinya menjabat, namun periode saat penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar biasa.
"Iya tapi bukan pas jaman saya," ujar Novanto usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, hari ini.
Dana aliran Rp2 miliar itu yang diduga mengalir ke Partai Golkar saat Munaslub, Novanto mengatakan bahwa hal itu bukanya pada jaman dia saat menjabat menjadi Ketua Umum Partai Golkar. "Enggak, itu jamannya itu, jamannya pas munaslub itu," ujarnya
Sementara itu pemeriksaan Novanto di KPK untuk tersangka Idrus Marham tentang pertemuan-pertemuan terkait dengan pembangunan PLTU Riau-1. Ia masuk pukul 10.00 wib dan selesai pukul 18.00 wib.
Saat ditanyakan bagaimana awal mula kasus korupsi PLTU Riau-1 tersebut, Setnov mengaku tidak tahu menahu kasus suap tersebut. "Wah enggak saya udah masuk, saya gatau." ungkap Setnov.
Kemudian apakah pemeriksaan saksi terhadap anaknya yaitu Rheza Herwindo ada kaitanya terkait kasus suap mengatakan bahwa ini tidak ada kaitanya dengan anaknya. "Enggak ada, dia cuma belajar manajemen aja. Enggak ada (kaitanya)," katanya.
Novanto juga menampik bahwa dirinya yang telah menyuruh anaknya untuk mengawal kasus tersebut. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved