Survei Charta Politika: Kepercayaan Publik Kepada DPR RI Meningkat

Akmal Fauzi
28/8/2018 20:01
Survei Charta Politika: Kepercayaan Publik Kepada DPR RI Meningkat
(Ist)

KEPERCAYAAN publik terhadap kinerja DPR RI meningkat dari hasil survei Charta Politika. Salah satu faktor yang mempengaruhi, yakni persepsi keterbukaan yang dilakukan lembaga parlemen itu.

Sebanyak 38,8% responden menilai bahwa DPR kini lebih terbuka dibanding periode sebelumnya. Pemanfaatan media sosial untuk mengawasi kinerja para anggota dewan telah efektif dilakukan.

”Kepercayaan publik ke DPR memang meningkat walaupun memang di bawah standar. Kuncinya di keterbukaan lebih baik maka peringkat naik. Misalnya, menjamurnya media juga memberikan kemudahan bagi para anggota DPR untuk menyalurkan informasi pada masyakarat,” kata Manajer Riset Charta Politika, Muslimin Tanja, di acara diskusi Rapor DPR, di Jalan Pakubowono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, (28/8).

DPR menduduki posisi kelima dari delapan lembaga tinggi negara soal tingkat kepercayaan. Ada peningkatan kepercayaan di DPR karena sebelumnya DPR selalu berada di posisi terbawah.

Survei digelar pada 23-26 Agustus 2018 di delapan kota besar di Indonesia dengan jumlah responden sebanyak 800 orang seperti di DKI Jakarta, Palembang, Medan, Semarang, Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Makassar. Survei dilakukan menggunakan sambungan telepon secara acak

Muslimin mengatakan, faktor pimpinan juga mempengaruhi kepercayaan publik ke DPR. Dari hasil survei itu menunjukan, di bawah pimpinan Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Ketua DPR lebih baik dari era Setya Novanto

Sebanysk 39,5% responden menilai lebih baik, 19,5% memilih lebih buruk dan 41,0% memilih tidak menjawab.

“Kita tahu saat dipimpin pak Setya Novanto tingkat kepercayaan DPR buruk karena sorotan kasus korupsinya oleh KPK,” jelasnya

Hal yang sama diungkapkan pendiri lembaga Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang. Ia menyebut ada korelasi antara pimpinan DPR terhadap kepercayaan publik.

“Kalau publik melihat ketuanya buruk maka instirusinya buruk. Contih pak Novanto itu, Ada korelasi itu. Problemnya sekarang adalah bagaimana kinerja DPR bisa dimaksimalkan di waktu tersisa apalagi ada agenda Pemilu,” Ujarnya

Di tempat yang sama, Bamsoet mengatakan meskipun masyarakat kini sudah mulai positif menilai kinerja DPR, namun menurutnya masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. DPR harus lebih produktif dalam menjalankan fungsi legislasi, dan terbuka terhadap masyarakat.

"Tentunya saya merasa senang dengan hasil tersebut. Itu bisa membuktikan kalau kami itu mulai memiliki citra yang lebih baik di mata masyarakat,” katanya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya