Masjid Harus Jadi Tempat Penangkal Hoaks dan Intoleran

Cikwan Suwandi
28/8/2018 19:43
Masjid Harus Jadi Tempat Penangkal Hoaks dan Intoleran
(Ilustrasi)

SEJUMLAH kalangan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat bersepakat jika peran dakwah masjid harus menjadi pelopor penangkal hoaks dan intoleran yang memecah belah persatuan bangsa jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Hal itu dinyatakan oleh perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Karawang Sofyan dalam diskusi yang digelar Forum Persaudaraan Pemuda Muslim Karawang (FPPMK) bersama Dewan Kemakmuran Masjid, Organisasi Islam di Karawang dan Pemerintah dengan tema Peran Masjid Dalam Menjaga Ukhuwah Islamiah Menjelang Pilpres 2019.

"Keberadaan masjid ini sangat strategis. Terdapat 1.524 masjid, harus bisa menangkal hoaks dan intoleran dan jangan bosan untuk mengingatkan untuk bertabhayun," katanya.

Meski penyelenggaraan Pilpres berlangsung tahun depan, namun suhu politik di Karawang mulai memanas dengan adanya aksi dukungan masing-masing pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

"Masjid itu tempat dakwah dan pendidikan keagamaan. Jangan dirusak oleh kepentingan politik sesaaat. Kita bersepakat untuk tidak melakukan politik praktis," katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana FPPMK Deden Sunarya  menjelaskan hasil rekomendasi mengenai penangkalan hoaks dan intoleransi serta mencegah politik praktis di dalam masjid akan di sebarkan pihaknya kepada seluruh DKM di Karawang.

"DKM harus berani menolak jika masjid dijadikan tempat untuk berpolitik. Apalagi politik yang saling menjelekan," pungkasnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya