Wakil Ketua MPR: Gerakan #2019gantipresiden sudah Kampanye

Henri Salomo Siagian
27/8/2018 21:39
Wakil Ketua MPR: Gerakan #2019gantipresiden sudah Kampanye
(MI/PALCE AMALO)

AKSI bertajuk tagar 2019gantipresiden sudah menjadi kampanye negatif terhadap calon presiden (capres) petahana Joko Widodo dan provokatif.

“Kampanye belum dimulai jadi mestinya enggah usah melakukan kampanye terselubung meskipun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) nyatakan bukan kampanye. Tapi itu sudah menyerang salah satu dari dua pasangan capres. Bahasa memojokkan kandidat lawan secara tersirat sudah kampanye,” kata Wakil Ketua MPR Mahyudin saat berbincang dengan wartawan di Kota Batu, Jawa Timur, Senin (27/8).

Sehingga, dia menilai tindakan sejumlah selebritas senior dalam gerakan itu juga sudah memprovokasi masyarakat. “Yang dilakukan Neno Warisman tidak tepat, lebay, dan provokatif. Gerakan itu membuat pendukung Jokowi.”

Respons penolakan, imbuh poliitisi Partai Golkar itu, sudah terlihat dari perselisihan di hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Jakarta, beberapa waktu lalu. “Tentu itu harus dihindari. Tunggu saja masa kampanye untuk adu program, bukan adu nyinyir.”

Dia berharap ajang demokrasi tidak sampai merusak persatuan bangsa dan menghindari politisasi identitas. “Yang masyarakat butuhkan adalah presiden yang bisa membawa kemakmuran. Kami mengimbau sekarang cooling down. Pilpres adalah kompetisi biasa dalam politik bukan berantem mati-matian,” kata dia

Dia juga meminta Bawaslu harus cermat dan jangan terpaku pada pelanggaran secara tersurat tapi mesti menghindari potensi benturan.”

Mahyudin tidak memungkiri sejumlah elite politik di MPR justru turut memanasi situasi ketimbang memberi suri tauladan. “Harapan kita elite jadi negarawan. Tapi faktanya banyak ditangkap karena korupsi. Saya kecewa, sedih, dan malu. Itu tantangan ada pejabat negara yang tidak punya jiwa nasionalisme.” (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya