Luhut: Aksi #2019gantipresiden Rawan Picu Bentrok

Thomas Harming Suwarta
27/8/2018 19:33
Luhut: Aksi #2019gantipresiden Rawan Picu Bentrok
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

MENTERI Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menilai aksi #2019gantipresiden provokatif dan menurut dia lebih baik tidak diadakan karena akan mengundang bentrok di masyarakat.

"Ya ngapain sih ribut-ribut dan provokasi gitu. Menurut saya ndak papa dilarang daripada bentrok," kata Luhut di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (27/8).

Meski enggan berkomentar terlau jauh karena mengaku tidak banyak mengetahui kejadian tersebut Luhut meminta semua nasyarakat agar tidak membuat aksi-aksi yang provokatif. "Kita ini biarkan masyarakat tenang, coba nikmati tuh Asian Games, coba semua lihat penuh medali sekarang hampir 20. Itu saja yang kita niknati sama-sama," jelas Luhut.

Ia juga membantah, bahwa pelarangan aksi #2019gantipresiden adalah tanda pemerintah anti kritik. "Bukan anti kritiklah itu. Selama ini kan apa kita kurang kritiknya. Selama ini dikritik segala macem yang ga benar juga kita telan aja," tukasnya.

Ia memberi contoh soal tanggap darurat gempa Lombok. "Kita ditanya kenapa gak bencana nasional, yang ga ngerti ngomong, kan berkali-kali udah ngomong kenapa enggak tanggap darurat. Karena nanti orang yang mau datang ke sana insurrance-nya ga mau bayar dia. Jadi jangan asal bicara atau kritik juga," tegas Luhut.

Sebelumnya, sejumlah tokoh penggerak aksi #2019GantiPresiden di tolak di sejumlah daerah di Indonesia. Beberapa aksi bahkan nyaris berujung dengan kericuhan.

Aksi yang terakhir adalah Neno Warisman yang dihadang massa ketika tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II. Selain itu juga penolakan terjadi kepada Politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani di Surabaya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya