Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ALVARA Research Center merilis hasil survei terkait kontestasi Pilpres 2019 pasca pengumuman paslon capres-cawapres. Hasilnya bakal pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dengan 53,6% dibandingkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yakni di angka 35,2%.
CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali menuturkan elektabilitas kedua paslon tersebut sejak bualn Februari terus mengalami kenaikan. Hal tersebut dikarenakan para pemilih swing voter yang mulai menentukan sikap terkait pilihannya terhadap kedua paslom tersebut.
"Dalam pertanyaan elektabilitas pasangan capres-cawapres, Jokowi- Ma’ruf unggul dengan elektabilitas 53,6 % dibanding Prabowo-Sandiaga 35,2 %. Hasil ini meningkat dari perolehan elektabilitas keduanya sejak bulan Februari," ungkapnya dalam paparan surveinya di Hotel Oria, Jakarta, Minggu (26/8).
Elektabilitas Jokowi pada bulan Februari mencapai 52,0 persen, Mei 52,3 persen, Juli 52,6 persen, dan kini setelah pendaftaran capres-cawapres mencapai sebesar 53,7 persen. Sedangkan, elektabilitas Prabowo di Bulan Februari sebesar 33,2 persen, lalu Mei 33,6 persen Juli 35,4 persen, dan pada Agustus mencapai 36,8 persen.
Meski demikian, elektabilitas tersebut diprediksinya akan berubah cukup besar setelah masa kampanye dimulai. Pasalnya, kedua pasoln tersebut akan mulai menunjukan kinerja mesin partai serta adu gagasan program yang nantinya akan menjadi penilain masyarakat.
Dirinya pun memberikan catatan khusus kepada pasangan Prabowo-Sandiaga jika ingin memperkecil gap tersebut. Menurutnya, pasangan tersebut harus mulai meyakinkan gagasan-gagasan mereka kepada masyarakat secara konkret sehingga tidak bersifat kritkan yang dirasa mampu dikonter oleh argumentasi pencapaian pemerintahan saat ini.
"Dalam konteks inilah, pilihan isu-isu serta gagasan konkret harus ditawarkan dalam meyakinkan pemilih menjadi penting untuk kedua pasangan capres-cawapres. Jokowi-Ma'ruf harus tetap menjaga suaranya agar tidak lari dan Prabowo-Sandiaga harus mempu menarik suara pemilih Jokowi-Ma'ruf," ujarnya.
Survei ini dilakukan pada 12-18 Agustus 2019 di di seluruh provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah multi-stage random sampling dengan melibatkan 1.500 responden dengan rentang margin of error sebesar 2,53 persen. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved