Global Competitiveness Index, Reformasi Birokrasi Diharap Naikkan Peringkat RI

Intan Fauzi
03/6/2015 00:00
Global Competitiveness Index, Reformasi Birokrasi Diharap Naikkan Peringkat RI
(Dok)
RANKING Indonesia dalam Global Competitiveness Index dan Asean Research Survey masih rendah. Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Eksekutif Kemitraan, Monica Tanuhandaru dalam pembukaan Jambore Reformasi Birokrasi.

"Global competitiveness index menempatkan indonesia dalam nilai rendah," kata Monica di Jakarta, Rabu (3/6).

Pada tahun 2013-2014 Indonesia berada di posisi 38 dan 2014-2015 meningkat 4 posisi menjadi 34 dari 144 negara. Meski demikian, daya saing Indonesia dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya masih rendah seperti Singapura di posisi 2, Malaysia di posisi 20, dan Thailand di posisi 31.

Dalam hal ini, efisiensi birokrasi pemerintahan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi. Tim komunikasi presiden, kata Monica, sudah menyampaikan bahwa reformasi birokrasi harus sejalan dengan realitas dan harus langsung dapat dirasakan oleh rakyat.

"Tim komunikasi presiden menyampaikan pesan bahwa reformasi birokrasi harus sejalan dengan realitas. Reformasi birokrasi yang akan berhadapan dengan isu-isu mutakhir yang kita hadapi. Hal seperti pelayanan publik, masyarakat harus langsung bisa merasakan. Arahan bapak presiden jelas reformasi birokrasi harus segera diwujudkan," papar Monica.

Reformasi birokrasi sebagai mesin untuk menjalankan kebijakan menjadi penting untuk diperbaiki. Setinggi apapun cita-cita perubahan terhadap suatu negara jika birokrasi belum berjalan dengan baik maka hal tersebut tak akan terwujud.

"Sebagus apapun angan-angan nawacita tetap birokrasi yang menjalankan. Betapa pun bagusnya masterplan tetap birokr yang menjalankan, maka mengapa reformasi birokrasi menjadi penting," terang Monica. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya