KEMENTERIAN Kordinator Politik Hukum dan HAM (Kemenpolhukam) hari ini melaksanakan simposium untuk mengkaji permasalahan cybersecurity di Indonesia.
Menteri Koordinator Polhukam, Tedjo Edhy Purdjianto menyebutkan simposium ini dilakukan untuk menghadapi tantangan cybersecurity di Indonesia.
''Simposium ini dilakukan guna melihat kekosongan potensi pertahanan keamanan Indonesia di bidang cyber. Kita ketahui cyber merupakan masalah yang semakin serius di Indonesia terutama yang menyerang institusi pemerintah,'' kata Menteri Tedjo dalam sambutannya dalam acara di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, itu, Rabu (3/6.
Simposium ini, lanjut Tedjo, nantinya akan menghasilkan kesimpulan yang menjadi rekomendasi untuk pembangunan suatu badan petahanan baru terkhusus di bidang cybersecurity.
''Kalau Indonesia di underattack kita bisa lihat dan persiapkan bagaimana pertahanan Indonesia. Diharapkan kita dapatkan jawaban pasti untuk membangun suatu badan khusus untuk menangani langsung cybercrime ini,'' jelas Tedjo.
Tedjo juga menjelaskan pengkajian ini mendapat dukungan dari berbagai pihak baik dari Presiden maupun publik serta perusahaan yang bergerak di bidang cybersecurity. Simposium ini dilaksanakan mulai hari ini sampai esok, Kamis (4/6) yang diikuti oleh 400 peserta dengan total narasumber sebanyak 30 orang. (Q-1)