Jokowi: Stabilitas Politik dan Keamanan Kunci Masuk Investasi

Rudy Polycarpus
23/8/2018 16:55
Jokowi: Stabilitas Politik dan Keamanan Kunci Masuk Investasi
(ANTARA)

PRESIDEN RI Joko Widodo mengingatkan anggota TNI/Polri mengenai pentingnya menjaga stabilitas politik dan keamanan. Pasalnya, stabilitas politik dan keamanan menjadi kunci masuk bagi investor asing maupun dalam negeri tidak ragu-ragu untuk menanamkan modalnya di seluruh wilayah Indonesia.

"Tidak mungkin investasi datang apabila negara itu tidak stabil secara politik dan tidak aman. Investasi datang ke sebuah negara, pasti yang dilihat terlebih dahulu stabilitas politik dan keamanannya," ujarnya saat memberikan pengarahan kepada Siswa Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) dan Peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Sespimti Polri) 2018 di Istana Negara, Kamis (23/8).

Dalam acara tersebut, hadir Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Menurut Presiden, selain stabilitas dalam negeri, situasi global juga sangat memengaruhi iklim usaha di Tanah Air. Oleh sebab itu, ia meminta anggota TNI/Polri segera mengatasi hambatan yang berpotensi menggangu investasi.

"Perwira yang bertugas di daerah mengetahui dan ikut mengamankan yang namanya investasi. Jangan sampai justru saat ada yang investasi di daerah, lalu ada yang mengganggu dan itu kita diam. Ini keliru besar kita," tandasnya.

Pesan itu disampaikan Presiden jelang masa kampanye Pemilu 2019, yang akan dimulai 23 September mendatang. Sebagai negara majemuk, Presiden menyebut Indonesia memiliki 714 suku dengan lebih dari 1.100 bahasa lokal. Agama dan adat budaya pun berbeda-beda pula.

Namun, ia mengingatkan kemajemukan bisa menjadi kekuatan bangsa namun juga bisa menjadi ancaman apabila tidak dikelola dengan baik. "Ini kekuatan, tapi kalau tidak bisa dikelola, bisa menjadi ancaman," pungkasnya. (OL-7)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya