Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KABARESKRIM Komjen Arief Sulistyanto mengklaim Polri sudah bersih dari pungutan liar (pungli) sejak bawahannya Waka Bareskrim Irjen Antam Novambar jadi Kapolres beberapa tahun silam.
"Kami semua pernah jadi Kapolres. Kami tidak pernah lakukan itu kok (pungli). Sejak Wakabareskrim Irjen Antam Novambar jadi Kapolres, sudah tidak pernah ada pungli,"ujar Arief kepada para wartawan di Mabes Polri, Kamis (23/8).
Atas dasar itu, Arief mengaku kaget ketika mendengar Kapolres Kediri AKBP ER ditangkap lantaran menerima hasil pungli pembuatan SIM di Satpas Polres Kediri. Arief menegaskan pihaknya tidak akan menolerir polisi yang terlibat pungli.
"Makanya ini kami kaget, kok ada lagi. Tidak ada ampun untuk pungli," pungkasnya.
Penangkapan Kapolres Kediri AKBP ER ini berawal dengan OTT, dimana ditemukan pungli di Satpas Polres Kediri, Sabtu (18/8) lalu. Diketahui, ada penarikan biaya penerimaan negara bukan pajak (PNBP), sementara biaya penarikannya beragam, mulai Rp500 ribu hingga Rp650 ribu.
Dari hasil tersebut, setiap hari uang Rp300 ribu disetorkan kepada pegawai ASN berinisial AN. Lalu, uang tersebut dikumpulkan AN kepada oknum personel Polres Kediri berinisial Bripka IK. Selanjutnya, Bripka IK mengumpulkan uang dan diduga didistribusikan setiap minggunya ke kapolres sebesar Rp 40-50 juta.
Tak hanya kepada kapolres, uang itu diduga disetorkan kepada kasat lantas Rp10-15 juta. Lalu, untuk Baur SIM dan KRI, mereka diduga memperoleh setoran mulai Rp 2-3 juta setiap minggunya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved