KETUA Umum PPP versi Munas Jakarta meminta Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk campur tangan menyelesaikan kisruh PPP yang tak kunjung usai. JK bersedia menjadi penengah jika diminta.
JK tersenyum saat ditanyakan kesediaannya untuk menengahi partai berlambang ka'bah itu. "Bisa, bisa," kata JK sembari mengumbar senyum saat kunjungan di Proyek Pelabuhan Kalibaru, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (1/5).
Namun, JK tak ingin begitu saja campur tangan untuk menengahi konflik yang terjadi di PPP. PPP harus meminta JK untuk menengahi konflik mereka.
"Kalau diminta, pasti bersedialah," kata JK.
Sebelumnya, Ketua Umum PPP hasil Mukatamar Jakarta, Djan Faridz menegaskan konflik partainya saat ini terjadi antara partai dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Djan menyebut, PPP butuh sosok kuat untuk bisa islah.
Sosok kuat itu jatuh kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Apalagi, sang juru damai itu baru saja meredam perseteruan dua kubu Partai Golkar.
"Tinggal pak JK mau mendamaikan kita dengan Menkumham atau tidak. Bagi saya, pak JK adalah tokoh yang memiliki segudang pengalaman terkait penyelesain sengketa apapun," kata Djan ketika dihubungi Metrotvnews.com, Minggu (31/5/2015) malam. (Q-1)