GOLKAR sudah mulai untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi Pilkada setelah islah terbatas ditandatangani.
Kubu Aburizal Bakrie mengaku masih memilih orang yang akan mengisi lima kursi di tim gabungan.
"Tapi dalam minggu depan seharusnya sudah terbentuk karena sudah harus bekerja," beber Ketua DPP Partai Golkar kubu Ical Tantowi Yahya ketika dihubungi, Senin (1/6).
Pembentukan tim untuk penjaringan calon pilkada ini nantinya akan terdiri dari lima orang dari tiap kubu untuk pengurus pusat. Sedangkan untuk tim di tingkat daerah terdiri dari tiga orang.
Kader yang ingin mendaftarkan diri menjadi calon kepala daerah nantinya akan disaring lewat tim yang telah dibentuk.
"Calon bersama yang dipilih berdasarkan kriteria yg disepakati dan juga merujuk kepada hasil lembaga survei terkait elektabilitas," terang dia.
Karena alasan itu, pengurus yang mengisi tim gabungan akan diisi oleh kader yang ingin membesarkan partai. Sebab, menurut dia, masih ada kader yang belum setuju Golkar segera berdamai.
"Golkar hanya bisa besar apabila kader-kadernya yang piawai dan sudah teruji dapat bersatu. Suara-suara sumbang itu pasti berasal dari mereka-mereka yang dari awal memang tidak menghendaki Partai ini bersatu dan ikut pilkada," kata Tantowi.
Wakil Ketua Komisi I DPR itu menambahkan tim gabungan bisa menjadi pembuka jalan Islah Golkar yang sebenarnya. Namun untuk sementara ini Golkar akan fokus untuk memenuhi syarat untuk bisa ikut pilkada.
Mengenai pernyataan KPU yang masih belum menyatakan Golkar ikut pilkada, Tantowi hanya berharap tim Gabungan bisa mencari jalan keluar dengan berkomunikasi dengan KPU. Dia yakin KPU akan tetap berpegang kepada aturan yang ada.
"Kita serahkan semuanya ke KPU selaku pelaksana pilkada. Kami yakini mereka akan mengacu pada UU Parpol, PKPU dan Putusan PTUN," kata dia. (Q-1)