Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Demokrat terus memberi peringatan pada Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief terkait tudingannya kepada Sandiaga Uno yang diduga memberikan mahar politik Rp500miliar kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Peringatan tersebut diberikan secara internal melalui dewan kehormatan partai.
“Sudah barang tentu secara internalisasi Demokrat kita sudah memberikan rambu-rambu dan sudah mengingatkan untuk memperjuangkan apa yang menjadi keputusan DPP,” ujar Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa, (21/8).
Didik mengatakan, pada saatnya nanti, sanksi dapat diberikan apabila kader yang bersangkutan masih terus menolak mengikuti keputusan partai dan bersebrangan dengan mekanisme yang berlaku. Melalui Dewan Kehormatan, Demokrat terus berkomunikasi dengan Andi Arief untuk mengkarifikasi masalah tersebut.
Meskipun demikian, pihaknya tidak akan melarang Andi Arief untuk memberikan keterangan pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pihaknya memberi kesempatan pada Andi Arief untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan pihak penyelenggara pemilu.
“Kita berikan kesempatan pada Andi Arief bila dipanggil Bawaslu atau institusi lain untuk membuktikan ucapannya,” ujar Didik.
Menurutnya, sebagai warga negara, menjadi kewajiban bagi Andi Arief untuk mengklarifikasi apa yang telah dikatakannya bila dibutuhkan pembuktian oleh instansi penyelenggara pemilu. Pihaknya meyakini hal tersebut tidak akan memengaruhi keutuhan koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga.
“Saya tegaskan, bahwa sikap partai Demokrat dengan apa yang diyakini Andi Arief adalah hal yang berbeda. Secara kelembagaan melalui majelis tinggi Demokrat telah memutuskan bahwa kami sepenuhnya akan memenagkan pasangan Prabowo-Sandiaga. Sikap Demokrat jelas dan itu disampaikan oleh Ketua Umum dan tidak ada satu pun kader yang tidak memenuhi arahan itu,” ujar Didik. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved