Menag Tolak Radikalis dan Liberalis

Ade Alawi dari Arab Saudi
18/8/2018 22:39
Menag Tolak Radikalis dan Liberalis
(MI/Ade Alawi)

TANTANGAN Nahdlatul Ulama ke depan semakin berat. Namun demikian, seberat apapun tantangan tersebut harus dihadapi, termasuk menghadapi kemunculan kaum radikalis dan liberalis.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan hal itu pada Silaturrahim NU se Dunia dan Madrasah Kader NU di Hotel Al Wihdah Tower, Biban Jarwal, Sabtu (18/8).

Acara yang dihelat Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Arab Saudi bertema "Islam Nusantara dari NU untuk Dunia" ini dihadiri 39 PCI se Dunia.

Turut hadir Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menristek Dikti M Nasir, Dubes RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebril, Dubes RI untuk Mesir  Helmi Fauzi,  Dubes RI untuk Lebanon Ahmad Chozin Chumaidy dan  Dubes RI untuk Azerbaijan Husnan Bay Fananie serta  sejumlah ulama NU, yaitu KH Abdullah Makhrus Kafabihi (Pengasuh Ponpes Lirboyo), KH Ali Masyhuri (Pengasuh Ponpes Bumi Salawat Sidoarjo), Tuan Guru Turmudzi Badaruddin dari Praya, Lombok, dan Ustadaz Yusuf Mansyur (Pengasuh Ponpes Darul Quran Cipondoh Tangerang), Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini serta ratusan kader NU.

Menurut Lukman, NU untuk menjaga eksisensi keindonesiaan. Realitas keindnesiaan, kata dia, oleh dunia dikenal sebagai negara yg sangat agamis. Celakanya, kata Menag, ketika muncul faham tekstualis, puritan bahkan radikal dan di sisi lain juga muncul kaum liberal, maka hal itu mengangg kebangsaan sekaligus keindonesiaan.

"Ada tekstualis tapi juga ada yang begitu bebas dan tanpa batas. Ada ISIS, ada juga faham khilafah. Itu pemahaman dan pengamalan keagamaan yang tak diajarkan oleh para pendahulu kita. Faham-faham itu mengancam eksistensi  bangsa kita," tandas putra mantan Menag Saifuddin Zuhri itu. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya