Ma'ruf Amin Jamin Dukungan NU

Ade Alawi dari Arab Saudi
18/8/2018 21:50
Ma'ruf Amin Jamin Dukungan NU
(MI/Ade Alawi)

CALON Wakil Presiden KH Maruf Amin yang juga Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengatakan siapapun kader NU yang diberikan kepercayaan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara harus didukung.

Hal itu dikatakan KH Ma'ruf Amin dalam Silaturrahim NU se Dunia dan Madrasah Kader NU di Hotel Al Wihdah Tower, Biban Jarwal, Sabtu (18/8). "Andaikata putera puterinya (NU) yang terbaik diminta oleh negara, maka kita relakan dia. Kita tawarkan kepada negara , ambil silakan, siapapun yang bisa melakukan pengabdian," kata Maruf.

Demikian pula ketika kader NU dipercaya menjadi cawapres, Ma'ruf meminta tidak perlu dipersoalkan, bahkan didukung. "Karena itu ketika mengenai cawapres, PBNU menyepakati siapa saja di antara pengurus PBNU yang dipilih oleh Prsiden Jokowi, NU akan dukung dan bantu secara penuh. Termasuk kalau yang diperlukan itu adalah Rais Aam sendiri," tandas Ma'ruf.

Acara yang dihelat Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Arab Saudi bertema "Islam Nusantara dari NU untuk Dunia" ini dihadiri 39 PCI se Dunia.

Turut hadir Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menristek Dikti M Nasir, Dubes RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebril, Dubes RI untuk Mesir  Helmi Fauzi,  Dubes RI untuk Lebanon Ahmad Chozin Chumaidy dan  Dubes RI untuk Azerbaijan Husnan Bay Fananie serta  sejumlah ulama NU, yaitu KH Abdullah Makhrus Kafabihi (Pengasuh Ponpes Lirboyo), KH Ali Masyhuri (Pengasuh Ponpes Bumi Salawat Sidoarjo), Tuan Guru Turmudzi Badaruddin dari Praya, Lombok, dan Ustadaz Yusuf Mansyur (Pengasuh Ponpes Darul Quran Cipondoh Tangerang) serta ratusan kader NU.

Ma'ruf juga merasa tidak turun pangkat ketika dirinya selaku Rais Aam menjadi cawapres. "Di sini tidak ada turun naik pangkat, tapi kalau memang tanggung jawab diperlukan, dan orang itu Rais Aam, kita berikan. Itulah komimen tanggung jawab NU kepada bangsa dan negara. Maka ketika saya dipilih, PBNU siap untuk mendukung," jelasnya.

Namun demikian, kata Ma'ruf, dirinya siap kalau tidak diperkenankan oleh ormas terbesar di Indonesia itu untuk berkontestasi dalam Pilpres 2019. "Saya hanya pasrah saja. Kalau dilarang oleh NU, saya menerima. Tapi NU menyatakan ambil saja daripada diambil oleh orang lain," katanya.

Di sisi lain, cicit dari ulama besar Syaikh Nawawi al Bantani mengatakan, NU memiliki tugas keummatan dan kebangsaan. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya