Pemimpin Muda Diharapkan Tampil ke Depan

Syarief Oebaidillah
27/5/2015 00:00
Pemimpin Muda Diharapkan Tampil ke Depan
(Puteri Anetta Komarudin--(Dok))
PEMIMPIN muda diharapkan muncul dalam ajang Young Leaders for Indonesia Forum 2015 yang diselenggarakan di Jakarta. Ini penting agar Indonesia bisa menjadi salah satu dari 7 negara ekonomi besar.

"Ajang ini untuk mencetak pemimpin muda masa depan Indonesia yang dipersiapkan sedini mungkin," kata Duta Forum Pemimpin Muda (Young Leaders for Indonesia 2015) Puteri Anetta Komarudin melalui rilisnya kepada pers, di Jakarta,  Rabu (27/5).

Menurut Puteri, tidak banyak yang dapat mengikuti Young Leaders for Indonesia (YLI) 2015, karena harus melalui berbagai seleksi yang ketat.

"Saya beruntung, bahagia dan bangga bisa terpilih, karena dari 1.300 orang yang mengajukan diri di ajang YLI, peserta yang bisa ikut hanya 60 orang dan semua adalah mahasiswa tingkat akhir," ujarnya.

Puteri yang juga Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Australia cabang Melbourne University ini menyebutkan ada syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum mengikuti YLI. Salah satunya, memiliki Grade Point Average (GPA) atau Indeks Prestasi Komulatif (IPK) di atas 3,3.
Selain itu,memunyai  pengalaman berorganisasi dan lancar berbahasa Inggris.

Ia menjelaskan  dalam masa penjaringan  mengikuti YLI tersebut, dia harus mengumpulkan makalah dan melakukan Interview via telpon. Materi wawancaranya adalah visi-misi 5 tahun, 10 tahun dan dan lainnya sebagai pemimpin muda.

Di dalam interview, Puteri juga mengaku ditanya mengenai perkembangan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan bagaimana menumbuh kembangkan sektor tersebut.

"UMKM di Indonesia belum berjalan dengan baik itu dikarenakan selama ini mereka belum tahu kiat-kiat untuk menjual produk yang berbeda di pasar. Maka disitu lah seharusnya peran mahasiswa atau pemimpin muda untuk masuk membantu mereka mengenai marketing dan manajemen keuangan yang baik dan benar," cetusnya.

Padahal, lanjut Puteri, sektor UMKM bisa memberantas kemiskinan dan pengangguran, jika dikelola dengan baik dan benar.

"UMKM saat ini belum ada kualitas untuk menjual. Maka harus ada sesuatu yang menjual, maka harus kita didik enterpreneur, sebab ibu Marie Elka Pangestu (mantan Menteri Pariwisata) mengatakan enterpreneur di Indonesia sangat sedikit maka harus diciptakan," tegasnya.

Hemat dia, ada perbedaan yang mencolok antara Indonesia dengan negara tetangga lainnya terkait kualitas pekerja dan masyarakatnya.

"Saya lihat diluar dan melihat banyak ketimpangan di Indonesia, maka saya akan berusaha mengaplikasikan apa yang saya dapatkan selama menempuh pendidikan di luar negeri termasuk di YLI. Saya bercita-cita ingin Meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia, karena saat ini perlu disadari Indonesia kekurangan 60 juta tenaga kerja berkualitas atau tenaga profesional," paparnya.

YLI sudah memiliki 7 angkatan sejak dibuka pada tahun 2008. Ini merupakan cara McKinsey berupa CSR untuk memunculkan pemimpin-pemimpin masa depan. Kebanyakan peserta berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Australia.

Puteri menambahkan dirinya ingin meningkatkan kualitas perempuan Indonesia dengan membuat pelatihan manajemen, soft skills, bahasa Inggris dan basic-basic lainnya.

Dia ingin mendidik perempuan Indonesia terutama yang mengalami masalah seperti pelacur dan pemakai narkoba. Untuk tahap awal yang akan dididik dalam pelatihan sebanyak 100 perempuan.

Puteri menambahkan perempuan sangat dibutuhkan dalam usaha dan dirinya mau melakukan pelatihan itu mulai dari Jakarta dan kemudian akan dikembangkan ke daerah lainnya.

"Dimulai Juli 2015 sebulan waktu membuat dan matangkan program bersama kawan-kawan. Setelah di Jakarta sukses maka akan saya kembangkan. Pelatihan ini khusus perempuan-prempuan usia produktif yakni dari umur 17-35 tahun," pungkasnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya