JK Harap Konstitusi Tetap Kuat dan Dinamis

Putri Rosmalia Octaviyani
18/8/2018 12:12
JK Harap Konstitusi Tetap Kuat dan Dinamis
(Dok Setwapres)

WAKIL Presiden RI Jusuf Kalla (JK) dan sejumlah pejabat negara hadir pada Peringatan Hari Konstitusi bertajuk Konstitusi Menjawab Tantangan Zaman di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8).

Dalam sambutannya, JK menegaskan pentingnya Indonesia untuk bisa bertahan dengan konstitusi yang kuat, namun juga dinamis sehingga mampu menyesuaikan dengan perkembangan dunia saat ini.

“Ke depan peranan teknologi dan ilmu pengetahuan sangat penting. Dinamika bangsa, kita lihat perkembangan bangsa-bangsa, banyak yang rusak. Kita Alhamdulillah dapat bersatu, konstitusi dapat menyatukan bangsa ini,” ujar JK.

Menurut JK, konstitusi bangsa harus selalu menjadi suatu harapan yang besar dan menjadi dasar yang kuat dalam negara.

“Karena itulah dalam kesempatan ini, bagaimana agar MPR dan keputusan-keputusan lainnya dapat tetap menjadi dasar yang kuat bagi bangsa ini. Peringatan ini bukan hanya sebatas suatu peringatan. Tapi juga evaluasi, apa yang telah terjadi dan bagaimana menanggapi hal-hal ke depan,” paparnya.

Lebih lanjut kata JK, banyak bangsa-bangsa di dunia ini yang mengalami perubahan besar. Prinsip dasar telah berubah. Ia mencontohkan seperti di Negara liberalis yang selalu dikenal sebagai negara yang bebas. Negara kapitalis saat ini telah membatasi negaranya, menjaga negara ke dalam. Negara soasialis itu kemudian perlahan menjadi liberal.

“Jadi tujuan kita harus bagaimana dalam keadaan dunia yang seperti ini tetap bisa dihadapi dalam konstitusi yang dinamis, karena kita tidak hidup sendiri, kita bagian dunia saat ini,” tutur JK.

Nantinya, peringatan konstitusi ini akan dilanjutkan dengan sarasehan konstitusi yang bertajuk Memperkuat Status Hukum Ketetapan MPRS dan MPR dalam Sistem Hukum Indonesia.

Hadir pada kesempatan tersebut seluruh Pimpinan MPR, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya