Tanpa Golkar dan PPP, Pilkada Serentak tak akan Terganggu
M Rodhi Aulia
27/5/2015 00:00
(ANTARA FOTO/Reno Esnir)
PERDANA dalam sejarah, Indonesia akan menggelar Pilkada serentak. Terobosan baru itu, dinilai tidak akan kehilangan semangat, ketika Partai Golkar dan PPP yang masih berkonflik, tidak ikut meramaikan pesta demokrasi tersebut.
"Pilkada akan berjalan dengan baik meski ada satu atau dua partai yang tidak ikut," kata Direktur Eksekutif Populi Center Nico Harjanto dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (27/5).
Ketidakikutsertaan dua partai sepuh tersebut dinilai akan menjadikan lahan keuntungan bagi partai yang relatif baru bermunculan di kancah politik nasional. Partai baru tersebut akan memanfaatkan kegalauan kader potensial kedua partai itu yang ingin maju dalam pilkada.
"Meskipun tidak bisa dicalonkan Partai Golkar, partai baru akan welcome mencalonkan kepala daerah yang dianggap berhasil," tukas Nico.
Dia mencontohkan, Bupati Belitung Timur saat ini, Basuri Tjahaja Purnama. Basuri yang dahulu maju sebagai bupati lewat Partai Golkar akan menjadi rebutan partai lain. Rebutan ketika kedua partai ini tidak memastikan islah terwujud secara komprehensif di internal masing-masing.
"Kalau Partai Golkar dan PPP tidak bisa ikut, mereka akan menjadi pihak yang akan dirugikan. Sementara itu, kebanyakan kepemimpinan di Indonesia tidak mutlak ideologis, tapi situasional," ujar dia. (Q-1)