Syafruddin Gantikan Menteri dari PAN

Nur Aivanni
15/8/2018 08:10
Syafruddin Gantikan Menteri dari PAN
Wakapolri Komjen Syafruddin (kanan) saat diwawancarai jurnalis Medcom.id Misbahol Munir di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jaksel.(Medcom.id/Juven Martua Sitompul )

ASMAN Abnur akhirnya resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (menpan-rebiro) kepada Presiden Joko Widodo dengan alasan tidak ingin membebani koalisi pemerintah.

"Alhamdulilah, Pak Presiden memahami perasaan saya dan saya merasa karena PAN tidak mendukung Pak Presiden, kehadiran saya di Koalisi Indonesia Kerja tidak baik secara etika. Saya sampaikan kepada beliau (Jokowi), mohon diizinkan saya untuk mengundurkan diri," kata Asman dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi, Jakarta, tadi malam.

Hal itu disampaikan Asman kepada Jokowi di Istana Bogor sekitar pukul 19.00 WIB. Pertemuan itu berlangsung sekitar 1 jam. Asman sebelumnya juga telah berbincang dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno soal niat pengunduran dirinya.

"Cukup lama saya ngobrol dengan Presiden, menyampaikan program-program yang sudah saya lakukan dan program-program yang masih harus ditindaklanjuti," kata Asman.

Menurut Asman, Presiden tidak menolak permohonan tersebut dan sekaligus mengucapkan terima kasih atas kinerjanya selama menjadi menteri.

"Beliau sampaikan persetujuan untuk saya mundur dari Kemenpan-Rebiro," pungkasnya.

Mengenai penggantinya, Asman mengatakan hal itu menjadi hak prerogatif Presiden.

Di lain pihak, Wakapolri Komjen Syafruddin kepada Media Indonesia mengaku dirinya dipercaya Presiden untuk menggantikan Asman Abnur.

"Iya, besok (hari ini) dilantik menjadi menteri jam sepuluh," kata Syafruddin.

Ketua DPR Bambang Soesatyo pun membenarkan bahwa pukul 10.00 WIB hari ini Presiden akan melantik Syafruddin sebagai menpan-rebiro.

"Iya benar. Saya baru mendapat kabar dari kantor besok pagi (hari ini) jam sepuluh ada undangan pelantikan menteri Kabinet Kerja sisa jabatan 2014-2019 oleh Presiden di Istana Negara," ujar Bambang.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung memastikan pelantikan pengganti Asman akan dilakukan secepatnya.

Senada, terkait dengan calon pengganti, Pramono mengatakan hal itu menjadi kewenang-an penuh Presiden.

"Pengganti posisi menpan-rebiro bisa dari kalangan profesional atau dari partai koalisi. Itu kewenangan Presiden," ujar Pramono.

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menilai pengunduran diri Asman tidak akan mengganggu kinerja pemerintah. Dia juga menilai proses pengunduran diri itu dilakukan pada saat yang tepat.

"Menteri itu kan sebetulnya peletak kebijakan, tidak melakukan kerja teknis. Kalaupun ada gangguan, saya kira itu sangat minimal sekali," ungkap Arsul.

Cuti kampanye

Mensesneg Pratikno mengatakan menteri Kabinet Kerja yang maju di Pemilu Legislatif 2019 tidak akan di-reshuffle dan cukup cuti saat masa kampanye.

"Kalau nyaleg, kan, di dalam regulasi disebutkan bahwa dia diberi kewenangan untuk cuti, dan itu cukup banyak, ada tujuh (menteri). Kalau itu, tidak ada (reshuffle kabinet)," ujar Pratikno, kemarin.

Namun, peneliti senior Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia Lucius Karus berpendapat menteri yang maju di Pileg 2019 sebaiknya mundur.

"Kalau dia fokus memilih legislatif, harusnya jabatan eksekutif diserahkan atau ditinggalkan. Itu mengacaukan sistem negara saat menyamakan fokus di eksekutif dan legislatif," ujar Lucius. (Pol/Mal/Dro/Ami/*/Ant/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya