TIM panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru saja diumumkan oleh Presiden Joko Widodo mendapat penilaian positif dari kalangan aktifis anti-korupsi seperti Indonesia Corruption Watch (ICW). Keaembilan anghota pansel yang semuanya diisi oleh perempuan dinilai mewakili kebutuhan KPK di masa yang akan datang. Hal itu dikatakan oleh Koordinator ICW Adnan Topan Husodo di Jakarta, Kamis (21/5).
Anggota tim pansel yang baru terbemtuk ini lebih mewakili kebutuhan KPK ke depan, ada yang berlatarbelakang pakar hukum pidana, ekonom, ada menguasai sosiologi korupsi, ada juga pakar tindak pidana pencucian uang. Lebih mempresentatifkan pengetahuan yang dibutuhkan KPK ke depan karena pandangan pemberantasan korupsi semakin kompleks. Dan kebetulan perempuan semua. Jadi saya kira sekarang ini lebih cerminkan tim yangg netral," kata Adnan.
Dengan latar belakang yang berbeda, kata Adnan pansel KPK ini dinilai komplit untuk mencari calon pimpinan KPK yang profesional seperti pansel ini.
"Bisa dibilang timnya lebih komplit dari segi kebutuhan KPK dan netralitas sebagai anggota pansel lebih terjamin dan profesionalitas mereka tercermin di situ karena KPK membutuhkan hal yang seperti itu,"jelasnya.
Adan melihat pansel ini tidak hanya diisi oelh kesempbilan perempuan yang bisa menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi, tapi daribsegibkeahlianya pula.
"Yang dicari karena latar belakang berbeda itu, san yang siap jadi pansel kebetulan perempuan smua. Bisa dimaknai juga presiden berharap bahwa perempuan harus jadi garda depan pemberantasan korupsi. Yang terpenting bukan masalah perempuan atau laki-laki, tapi kita lihat dari akomodasi atas kebutuhan KPK," tandasnya.
Kaum Muda agar Maju Pelaksana tugas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruki meminta kaum muda mempersiapkan diri usai Panitia Seleksi (Pansel) KPK terbentuk. Dia ingin, pimpinan KPK jilid IV diisi anak muda.
"Saatnya yang lebih muda dari saya ambil alih kepemimpinan," kata Ruki, Kamis (21/5/2015).
Sementara, Ruki enggan untuk ikut bertarung menjadi pimpinan lembaga antikorupsi kembali. Bagi dia, menjadi orang nomor satu di lembaga itu pada jilid I dan dipanggil lagi pada jilid III sudah cukup.
"Saya tidak berambisi dan tidak berminat dan umur saya juga sudah tidak muda lagi," pungkas dia.
Jokowi mengumumkan nama-nama anggota Pansel KPK tadi pagi. Tim ini berisikan sembilan perempuan tangguh dari berbagai bidang.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno semastikan anggota pansel adalah yang terbaik. Dia mengatakan Presiden Jokowi memilih sembilan orang panitia berdasarkan kompetensi, integritas, dan juga keberagaman keahlian.
Pratikno menjelaskan kesembilan perempuan tersebut dipilih dari 40 calon yang diusulkan. Presiden, kata Pratikno, kemudian meneliti profil tiap calon anggota pansel. (Q-1)