Ketum PPP: Kubu Prabowo Lirik Hasil Ijtima Ulama Saja Tidak

M. Taufan SP Bustan
10/8/2018 17:43
Ketum PPP: Kubu Prabowo Lirik Hasil Ijtima Ulama Saja Tidak
(MI/Agus Utantoro)

KETUA Umum (Ketum) DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy (Rommy) menanggapi santai tudingan kepada bakal calon presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai membawa politik identitas saat memilih Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2019 mendatang. Menurutnya, politik identitas selalu ada di negara manapun.

"Ketika kita berbicara di sana bawa politik identitas, membawa-bawa ulama, ternyata hasil ijtima ulama dilirik saja tidak, kan justru menjadi ironi," terang Rommy kepada sejumlah jurnalis di kantor DPP PPP di Jalan Pangeran Dipenogoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8).

Menurutnya, Ma'ruf Amin dianggap sebagai simbol kebhinekaan, nasionalis dan religius. Ia yakin duet Jokowi dengan Ma'ruf akan mampu memenangkan hati masyarakat.

"Yang di mana sudah melekat sejak dulu kepada keduanya dan di mana partai yang mengusung," tandasnya.

Untuk diketahui, Jokowi bersama sembilan partai pendukung sepakat dan memilih Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Beragam pendapat pun dilontarkan atas pasangan tersebut, tak terkecuali Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Pria yang juga mantan Relawan Jokowi itu menyebut Jokowi tengah mempolitisasi agama.

"Dengan memilih Ma'ruf Amin, jelas sudah bahwa Jokowi bawa-bawa politik identitas, politik agama dan mengabaikan nasib bangsa dari resiko konflik horizontal. Meski itu hak konstitusional, tapi arahnya jelas, politisasi agama. Prabowo yang selama ini tertuduh, ternyata memilih nasionalis," jelasnya lewat akun twitternya @LawanPolitikJKW. (OL-7)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya