Nama Ma'ruf Disepakati dalam Pertemuan di Istana

Rudy Polycarpus
09/8/2018 21:35
Nama Ma'ruf Disepakati dalam Pertemuan di Istana
(Dok MI)

KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy membantah terpilihnya KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden Joko Widodo ialah keputusan prematur. Menurutnya, Ma'ruf diusulkan mendampingi Jokowi sejak Juli.

"Dari awal PPP usulkan Ma'ruf pada 3 Desember 2017, dan itu terus bergulir. Bahwa pada 10 Juli setelah saya menyebutkan 10 nama, hanya satu nama yang saya uraikan alasan-alasannya yaitu Kiai Maruf Amin," ujarnya di Restoran Plataran, Jakarta, Kamis (9/8).

Menjelang detik-detik akhir pengumuman, kandidat terkuat justru merujuk pada Mahfud MD. Bahkan, Mahfud sudah mengurus pernyataan tidak pailit di Pengadilan Negeri Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tidak hanya itu, bahkan Mahfud sudah muncul di Restoran Tesate yang berjarak sekitar 20 meter dari Restoran Plataran, tempat deklarasi pengumuman cawapres.

Romahurmuziy menegaskan sejak awal tidak pernah mencuatkan nama Mahfud.

"Yang mencuatkan siapa? Jejak digitalnya bisa dicek," ujarnya.

Ia menyatakan terpilihnya Ma'ruf lebih ditekankan pada faktor akseptabilitas ketimbang elektabilitas. Kemudian, seluruh partai koalisi pun menyambut baik sosok Ma'ruf.

"Yang kami dengarkan ini adalah kepentingan kepentingan kelompok-kelompok dan pihak-pihak yang beranekaragam tertentu. Pertimbangannya bukan hanya pertimbangan elektabilitas tetapi akseptabilitas," imbuhnya.

Terpisah, Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding mengatakan kesepakatan mengusung Ma'ruf muncul dalam pertemuan seluruh ketua umum partai koalisi dalam pertemuan di Istana Merdeka. Pertemuan itu digelar sebelum deklarasi di Restoran Plataran. Menurut Karding, nama Ma'ruf pertama kali muncul dari mulut Presiden.

"Dan langsung disepakati koalisi karena menimang latar belakang Kiai Ma'ruf," pungkasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya