NasDem: Keputusan Maruf Amin Bukan Last Minute

Astri Novaria
09/8/2018 20:10
NasDem: Keputusan Maruf Amin Bukan Last Minute
(MI/Susanto)

SEKRETARIS Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate mengaku koalisi pendukung sudah mengetahui sejak lama calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo adalah Maruf Amin. Ia membantah kesepakatan terkait siapa cawapres pendamping Jokowi diputuskan di menit-menit akhir deklarasi Jokowi.

"Ini bukan baru, kami sudah tahu jauh-jauh hari. Setelah kontemplasi panjang, sampai pada perkembangan terakhir memperhatikan internal koalisi maupun posisi lawan, dan akhirnya Pak Jokowi yang umumkan," ujar Johnny kepada Media Indonesia, Kamis (9/8).

Pihaknya pun mengetahui, Mahfud MD berada di sekitar restoran Plataran yang menjadi lokasi petemuan antara Jokowi dengan seluruh ketua umum parpol koalisi. Namun ia enggan berkomentar saat ditanya lebih jauh soal keberadaan Mahfud tersebut.

Nama Mahfud MD memang santer terdengar menjadi cawapres pendamping Jokowi. Bukan kali ini saja, Mahfud juga pernah menjadi kandidat cawapres Jokowi pada Pilpres 2014 lalu.

"Itu kan spekulasi masyarakat. Saya menjaga nama baik Pak Mahfud, dia punya pengalaman dan memenuhi semua persyaratan sebagai cawapres Jokowi. Tapi keputusan ada di tangan Jokowi dengan pertimbangannya sendiri," ungkapnya.

Mahfud diketahui sempat berada di Restoran Tesate yang berada di seberang Plataran Resto. Namun hingga pukul 17.39 WIB, Mahfud MD sudah tidak terlihat. Hingga akhirnya pukul 17.40 WIB, Sekretaris Jendreal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding membuat kabar mengejutkan lewat akun Twitternya. Ia menyebut bahwa cawapres Jokowi adalah Maruf Amin.

"Setidaknya kan sudah dikasih clue. Inisialnya M. Latar belakangnya  mampu merangkul seluruh elemen suara Islam dan punya pengalaman luas dalam segala ranah pemerintahan. Semua sejalan dengan informasi yang disampaikan," ungkapnya.

Plate mengatakan seluruh partai koalisi pendukung Jokowi langsung sepakat setelah mengetahui Maruf Amin sebagai cawapres Jokowi.

"Kan tidak ada yang interupsi, semua tepuk tangan. Ini tercover melihat perkembangan politik di koalisi sebelah. Sehingga kita diuntungkan juga karena luput dari perhatian masyarakat. Disyukuri, karena lebih tenang," pungkasnya. (OL-7)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya