Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU per satu elite politik Partai Demokrat menyambangi rumah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di bilangan Mega Kuningan VII, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (9/8). Mulai dari unsur DPP, Sekretaris Jenderal, Wakil Ketua Umum, hingga Majelis Pertimbangan Partai Demokrat terlihat masuk ke dalam rumah Ketua umumnya. Tidak terkecuali Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Andi Arief.
Pantauan Media Indonesia, Andi datang sendiri. Saat keluar dari dalam mobil, para awak media yang meliput melihat dan ada yang memanggil 'jenderal kardus', sontak Andi lari ke dalam rumah sembari melemparkan senyum. "Jenderal kardus tuh," celetuk salah seorang jurnalis, Kamis (9/8).
Andi datang di penghujung penghentian, sementara rapat darurat masih terus berlangsung. Hingga saat ini pun sejumlah elite Partai Demokrat masih berada di dalam rumah SBY. Belum ada satu pun petinggi Demokrat yang berkomentar soal isi rapat tersebut.
Sebelumnya, politikus Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng enggan berkomentar saat ditanyai awak media. Saat keluar dari kediaman SBY, Andi yang ditanya terus melambaikan tangan dan berjalan mencari mobil yang ia tumpangi. Awak media pun tak putus asa dan terus melemparkan pertanyaan, namun lagi-lagi mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Indonesia Bersatu II zaman SBY itu hanya tersenyum. Setelah sampai di depan mobil, Andi pun bergegas masuk dan sang sopir yang membawa mobil ikut menancam gas. "Ayo pak jalan," perintah Andi kepada sang sopir.
Untuk diketahui, dinamika politik jelang akhir pendaftaran capres dan cawapres kian menarik untuk diamati. Hubungan Demokrat dengan Gerindra telah retak lantaran Wasekjen Demokrat Andi Arief ungkap kegeramannya lewat cuitan di Twitter. Dia mengatakan Sandiaga Uno memberikan uang Rp 500 miliar ke PKS dan PAN untuk mengamankan posisi cawapres. Andi menuding Prabowo bermental 'jenderal kardus' lantaran terjadi transaksional dengan parpol koalisi tanpa mendengar Demokrat. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved