PAN tidak Perlu Malu Gabung Koalisi Jokowi

Rudy Polycarpus
08/8/2018 07:35
PAN tidak Perlu Malu Gabung Koalisi Jokowi
BERGANDENGAN TANGAN: Sembilan sekjen parpol yang tergabung dalam koalisi pendukung Jokowi (dari kiri) Raja Juli Antoni (PSI), Ahmad Rofi k (Partai Perindo), Abdul Kadir Karding (PKB), Hasto Kristiyanto (PDI Perjuangan), Lodewijk Freiderich Paulus (Partai G(MI/SUSANTO)

DUKUNGAN partai politik untuk Joko Widodo di Pilpres 2019 berpotensi bertambah ketika pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden mendekati batas akhir, lusa. Partai Amanat Nasional (PAN) diminta tak malu-malu untuk bergabung dengan koalisi Jokowi.

Saat ini Jokowi yang merupakan petahana telah didukung enam parpol pemilik kursi di parlemen, yakni PDIP, Partai NasDem, Golkar, PPP, Hanura, dan PKB. Ada pula tiga partai nonparlemen yang telah memastikan dukungan, yaitu PSI, Perindo, dan PKPI.

Dukungan tersebut lebih dari cukup untuk mencalonkan Jokowi sebagai capres. Namun, rupanya masih ada partai yang ingin bergabung. Identitas partai itu diungkapkan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin yang meminta PAN terbuka saja mendukung Jokowi.

"Sudah jangan malu-malu karena dari awal PAN itu koalisi Presiden Jokowi. Makanya ada menterinya PAN di kabinet. Kalau mau gabung, ya gabung. Kalau tidak, ya tidak usah," tandas Ngabalin.

Kalaupun PAN memilih bergabung, dia meminta partai itu memberikan dukungan kepada Jokowi secara total. Sebab, kata Ngabalin, sebagian elite PAN cenderung menolak berkoalisi dengan Jokowi.

"Karena belum tentu juga PAN memberikan semua dukungan. Awalnya (Ketua Dewan Kehormatan PAN) Amien Rais yang tiap hari menyebut pemerintah dan Jokowi tidak ada baiknya," kata Ngabalin.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga tidak menutup kemungkinan koalisi bertambah menjadi 10 partai. "Nanti lihat apakah 9 atau 10 partai," ucapnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin, tanpa menyebut identitas partai yang dimaksud.

Presiden Jokowi, kata politikus PDIP itu, akan mengumpulkan seluruh ketua umum dan sekretaris jenderal partai koalisi jelang pendaftaran untuk finalisasi cawapres. "Dalam waktu dekat, besok--kalau nggak, Kamis malam--Presiden akan mengundang ketua umum dan sekjen partai."

Sinyal akan adanya partai yang merapat ke koalisi Jokowi dicuatkan pula oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. "Insya Allah kata teman-teman sekjen bisa jadi 10, kira-kira seperti itu," tuturnya saat bersama sekjen-sekjen lainnya mengecek persiapan teknis pendaftaran capres-cawapres di Gedung KPU, Jakarta.

Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate pun mengamini kemungkinan adanya satu partai lagi yang mendukung Jokowi. Dia mengatakan sembilan parpol anggota koalisi sepakat untuk mempersilakan parpol lain bergabung dengan syarat tidak me-rombak atau mengatur ulang jabatan atau posisi dalam kabinet yang telah disepakati. "Tidak mungkin karena ada yang baru masuk malah mengubah semua," paparnya.

Bertemu Presiden

Kemarin, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Kedatangannya di luar agenda resmi Presiden. Di luar kelaziman, Zulkifli masuk ke Istana Merdeka melalui pintu Wisma Negara.

Tidak diketahui berapa lama pertemuan itu berlangsung, tetapi Zulkifli keluar sekitar pukul 16.40 WIB. Dia langsung bergegas masuk ke mobil dinasnya, B 1707 RFS, dan enggan berkomentar.

Sekjen PAN Eddy Soeparno yang dihubungi secara terpisah juga tak bisa menjelaskan hasil pertemuan Zulkifli dengan Jokowi. Dia belum dapat memastikan pula apakah hasil pertemuan itu akan dibawa ke Rakernas PAN untuk memutuskan arah koalisi, hari ini. Rakernas sedianya digelar 6-7 Agustus, tapi diundur. "Tergantung ya, itu diskresi ketua umum."

PAN selama ini dekat dengan koalisi Prabowo Subianto yang hingga kemarin masih disibukkan masalah cawapres yang akan dipilih. PKS berkukuh bahwa pendamping Prabowo harus sesuai dengan rekomendasi ijtima Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, yakni Ustaz Abdul Somad atau Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri.

Di lain sisi, belakangan muncul nama Agus Harimurti Yudhoyono setelah Partai Demokrat memutuskan mendukung Prabowo. (Opn/Uta/
Aya/*/X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya