Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin mengingatkan kepada semua pihak untuk tidak melakukan monopolistik terhadap sikap dan pandangan atas persoalan politik.
Dirinya mencontohkan hak dari para ulama untuk berkumpul dan memutusakan padangannya, hal itu tidak dapat dihalangi. Namun pada saat yang sama menjadi suatu hal yang wajar juga jika kelompok ulama lain juga berkumpul dan memutuskan pandangannya.
"Hal yang tidak baik itu adalah kecendrungan monopolistik. Jangan memonopoli jalan ke surga. Surga itu milik semua orang beriman dan orang orang yang berjuang untuk kepentingan masyarakat," tutur Din Syamsudin di gedung MUI Jakarta, Senin (6/8).
Dalam menyikapi agenda demokrasi Din menyampaikan pihaknya menyadari di era saat ini tidak mudah menentukan suatu hal itu benar atau salah, hitam atau putihm karena semuanya memiliki potensi kebaikan di dalamnya.
Oleh sebab itu dirinya menyampaikan agar umat islam jangan terjebak dalam pandangan dikotomis yang berujung kepada klaim - klaim 'ini jalan keislaman' atau 'ini jalan satu satunya yang harus ditempuh umat islam'. Padahal menurut Din jalan politik merupakan jalan yang terbuka yang bisa di isi dengan semangat islam maupun jiwa islam.
Namun jika memang hal tersebut tidak bisa diterima dan tetap berbeda pandangannya. Dirinya berharap jangan sampai perbedaan aspirasi dan kepentingan yang berbeda akhirnya merusak kesatuan antar umat.
Dirinya juga berharap agar konsep keumatan tidak disempitkan atau direduksi kepada sejumlah umat islam saja. Umat islam di Indonesia ada 220 juta jangan sampai direduksi menjadi hanya puluhan juta.
"Tidak semua umat islam itu ada di partai partai islam atau berbasis islam, ada juga menyebar di semua parpol termasuk yang tidak menggunakan nama islam. Ini harap dipandang sebagai keseluruhan umat Islam. Jangan kita mereduksi jumlah umat Islam. Jadi tidak perlu ada klaim-klaim yang bersifat monopolistik," tutur Din.
"Insya Allah yang berjuang atas nama Islam akan mewujudkan cita-cita Islam. Yang berjuang tidak di partai Islam, sekular nasionalis juga memperjuangkan cita cita Islam, asalkan semua berorientasi kepada cita-cita nasional," lanjut Din.
Dirinya melihat akan lebih baik politik islam ditunjukkan kepada hal yang substansif yakni sikap berpolitik sesuai dengan etika islam tanpa menonjolkan lambang lambang islam. Hal yang terpenting menurutnya adalah toleransi antar umat.
Senada dengan itu Sekjen MUI Anwar Abbas juga menekankan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang sangat wajar, sebab setiap orang memiliki pendapatnya sendiri. Namun yang MUI harapkan adalah adanya toleransi bila memang ada perbedaan pendapat.
"Ketika ada perbedaan pendapat harus ada toleransi, saling mengerti agar persatuan dan kesatuan tidak koyak. Karena itu kita menghimbau agar masalah kebersamaan kesatuan dan persatuan harus dikedepankan dibandingkan kepentingan kelompok atau partai," pungkas Anwar. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved