SBY Bicara Soal Kaukus Penyelamat Partai Demokrat

M Rodhi Aulia
12/5/2015 00:00
SBY Bicara Soal Kaukus Penyelamat Partai Demokrat
(Antara)
KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengetahui geliat sejumlah mantan Ketua DPC Partai Demokrat yang tergabung di dalam kaukus penyelamat partai. SBY menilai mereka salah kaprah dalam menempuh jalan.

"Saya juga mengikuti. Saya bisa bertanya kepada Kaukus Penyelamat Partai Demokrat. Apa yang mau diselamatkan? Ada apa dan siapa yang akan menyelamatkan? Siapa mereka-mereka itu kok merasa bertangggungjawab menyelamatkan Partai Demokrat," kata SBY dalam dialog Suara Demokrat yang diunggah di YouTube, baru-baru ini.

Berbeda halnya, jika Kaukus ini terbentuk pada awal 2013 lalu. Kala itu, Partai Demokrat tengah dihantam badai lantaran sejumlah petingginya terseret kasus korupsi. Sementara, keadaan sekarang tidak seburuk saat itu.

Lebih lanjut, SBY menjelaskan, jika Kaukus terbentuk lantaran kekecewaan yang memuncak setelah dipecat, SBY balik bertanya.

SBY membantah, pihaknya telah memecat lebih dari 150-an ketua. Terlebih pemecatan besar-besaran, sebelum kongres ke-IV ini dimulai. Menurut dia, selama lima tahun terakhir, hanya sekira 80 orang saja yang di-Plt-kan.

"Saya mempunyai data dari direktur eksekutif, ketua harian dan dewan kehormatan. Sebagian (karena) meninggal dunia, mengundurkan diri, pindah partai, jadi tersangka kasus hukum," terang SBY.

Nah, dari 80 itu, pihaknya meninjau ulang pemecatan ketua sebanyak 11 orang. Sebab, dari hasil penelitian, proses pemecatan itu, diduga kuat memiliki persoalan. Pihaknya siap memulihkan jika terbukti ada kesalahan prosedur. Meski demikian, SBY tidak merinci kesebelas orang tersebut.

"Menjadi kurang relevan, dan tidak masuk akal, kalau harus ada penyelamat Partai Demokrat sekarang," pungkas dia.

Seperti diketahui, pendiri Kaukus terdiri dari sejumlah mantan Ketua DPC yang sebagian besar berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Mereka menuntut agar hak politik dikembalikan, dan memberikan ultimatum hingga pembukaan kongres di Surabaya, malam ini.

"Kami hanya ingin hak-hak kami dipenuhi, karena Plt kepada kami itu tidak sah. Kalau tidak dipenuhi kami akan membuat kongres tandingan," ancam Basuki, mewakili DPC-DPC yang diberhentikan Syarief Hasan, saat jumpa pers di Mal Sutos, Surabaya, Minggu, 10 Mei malam.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya