Golkar Anggap Ucapan Jokowi Soal "Berantem" Cerminan Lawan Politik Jokowi

Thomas Harming Suwarta
06/8/2018 13:32
Golkar Anggap Ucapan Jokowi Soal
(YOUTUBE PRESIDEN JOKO WIDODO )

POLITIKUS Golkar Ace Hasan Syadzily menganggapi santai respons kubu oposisi terkait pidato Presiden RI Joko Widodo dalam rapat umum relawan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (4/8) lalu.

"Justru, Pak Jokowi bicara begitu karena cerminan kubu lawan. Apalagi Pak Jokowi menggunakan istilah kalimat pasif, ini kan memakai kalau, "kalau diajak", itu artiya adalah pasif bukan aktif. Sederhananya mau bilang bahwa kubu lawan itu memang suka berantem," kata Ace saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (6/8).

Jika merujuk ke Pilpres 2014 lalu, kata dia, masyarakat tidak bisa menutup mata bahwa Jokowi dihantam dengan berbagai isu hoax. "Masih ingatkan obor rakyat yang menebarkan hoax, yang menuduh Pak Jokowi adalah bagian dari komunis, berbeda agama dan sebagainya. Itu hantaman untuk Pak Jokowi yang dibuat oleh kubu lawan. Bahwa Pak Jokowi menyinggung soal itu karena beliau sudah alami dulu," terang Ace.

Ia menilai, pidato Jokowi di hadapan ribuan relawannya itu tidak serta merta mengajak relawan untuk berantem tetapi juatru mengajak relawan supaya menghindari tindakan-tindakan yang menebarkan permusuhan.

"Kalau dipahami seotong-potong memang jadi repot. Tapi kita lihat secara utuh saja bahwa ajakan beliau justru menyejukkan," tukas Ace.

Bahkan, sambung dia, jika frasa berantem dipahami lebih bijak, menurutnya dapat dimengerti secara positif yaitu Pilpres 2019 diisi dengan adu program dan gagasan.

"Kalau berantem gagasan oke. Itu kita sepakat. Tapi jangan menebar permusuhan.  Jangan menebarkan berita hoax karena itu adalah upaya memecah belah bangsa," pungkas Ace.

Untuk diketahui, pidato Jokowi tersebut sempat viral dan menimbulkan pro kontra lantaran Jokowi yang akan mencalonkan diri kembali dalam Pilpres 2019 meminta relawannya untuk berani jika diajak berantem. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya