Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA dengan Australia memiliki hubungan yang erat, termasuk dalam hal kerja sama melawan kejahatan terorisme dan radikalisme. Hingga kini, kedua negara sudah menjalin banyak kerja sama guna mendapatkan metode baru dalam melawan aksi-aksi terorisme.
"Australia dengan Indonesia sudah punya satu pemahaman yang sama bahwa untuk melawan terorisme, radikalisme, tidak mungkin hanya dilawan satu negara. Harus ada kerja sama yang erat, kerja sama yang sungguh-sungguh antara negara-negara. Kita mencoba untuk memotong jalur-jalur logistik dari terorisme itu," tegas Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto seusai melaksanakan Indonesia-Australia Ministerial Council on Law and Security, di Lombok, Nusa Tenggara Barat, kemarin.
Menurut Wiranto, Australia dan Indonesia selalu mencoba untuk mengajak negara lain bersama-sama dalam mengatasi masalah terorisme dan rasikalisme. Untuk itu, dalam pertemuan kelima kali ini, sudah banyak perkembangan tentang kerja sama antara Indonesia dan Australia. Di antaranya, mengembangkan cara-cara dan metode-metode terbaru untuk melawan aksi terorisme dan radikalisme yang nyata-nyata telah mengembangkan taktik, strategi, dan instrumen mereka.
Dalam kesempatan itu, Menko Polhukam menyampaikan ada beberapa isu yang dibahas secara mendalam pada pertemuan kali ini, antara lain tentang countering violent extremism dan program-program deradikalisasi. Selain itu, dibahas pula perkembangan dinamika politik dalam konteks keamanan regional.
"Kita juga membahas kerja sama keamanan siber. Kita tahu bahwa BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) yang baru dibentuk di Indonesia, perlu adanya akselarasi kemampuan, baik organisasinya, perlengkapannya, polise-nya. Ini tentu sangat penting untuk kita bincangkan, kita kerja samakan dengan pihak Australia," imbuh Wiranto.
Kedua negara juga membahas kerja sama yang lebih luas di bidang penegakan hukum. Misalnya, soal keimigrasian, ekstradisi, dan secara khusus dibicarakan bagaimana Indonesia dan Australia mampu meningkatkan pelatihan anjing pelacak atau K9, untuk melawan peredaran narkotika.
"Semua telah kita laksanakan dalam suasana yang bersahabat, terbuka, dan konstruktif. Dalam waktu yang tidak terlalu lama kita telah berhasil menyepakati berbagai hal mengenai kerja sama antara Indonesia dan Australia," paparnya.
Komunikasi baik
Sementara itu, Menteri Urusan Dalam Negeri Australia Peter Dutton menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada pemerintah Indonesia karena dapat berbagai ilmu dan pengalaman terkait dengan masalah terorisme dan radikalisme. Hal itu dibuktikan dengan adanya komunikasi yang baik antara kedua negara.
"Terima kasih Pak Menteri untuk keramahan dan pertemanan yang selama ini telah dibangun. Kita akan melihat hubungan terkait penanganan terorisme dan upaya untuk menghentikan masuknya narkoba melalui perbatasan. Dan juga yang penting, upaya mengatasi para teroris dan grup kriminal yang terorganisasi yang menggunakan encrypted devices dan metode komunikasi untuk merencanakan serangan mereka," ungkap Peter Dutton.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Menkum dan HAM Yasonna Laoly, Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius, Kepala BSSN Djoko Setiadi, Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu Desra Percaya, dan Kabareskrim Mabes Polri Ari Dono Sukmanto. (P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved