RI-AS Sepakat Tingkatkan Perdagangan

Dro/X-8
06/8/2018 07:40
RI-AS Sepakat Tingkatkan Perdagangan
TERIMA MENLU AS: Presiden Joko Widodo menerima Menlu Amerika Serikat Michael Richard Pompeo dalam kunjungan kehormatan di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Kunjungan tersebut di antaranya membahas kemitraan strategis Indonesia-Amerika Serikat dalam hubunga(AFP/BEAWIHARTA/POOL)

PRESIDEN Joko Widodo bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Michael Richard Pompeo, di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Pertemuan membahas sejumlah isu bilateral dan internasional. Indonesia dan AS sepakat untuk meningkatkan perdagangan antarkedua negara.

Dalam pertemuan itu, Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Sekretaris Negera Pratikno, Dubes RI untuk AS Budi Bowoleksono. "Saya menggunakan pertemuan ini untuk membahas lebih lanjut isu bilateral dan internasional. Saya juga mendapatkan laporan kunjungan Menteri Perdagangan (Enggartiasto) dan delegasi bisnis ke AS," ujar Presiden.

Menlu Pompeo pun memuji Indonesia sebagai salah satu mitra strategis AS. "Saya menyampaikan terima kasih karena sudah menerima saya di sini dan saya ingin mengatakan bahwa Indonesia mitra strategis AS. Kami menghargai tumbuhnya demokrasi di negara ini. Demokrasi ialah sesuatu yang sangat dihargai di Amerika."

Menurut Enggar, Indonesia dan AS sepakat meningkatkan perdagangan yang saat ini masih sangat kecil. "Transaksi dagang yang hanya US$28 miliar terlalu kecil dan kami menyepakati untuk meningkatkan minimal US$50 miliar. Kami akan menyusun road map-nya dan kemudian bernegosiasi kembali bagaimana mencapai hal itu," terangnya.

Ia menambahkan, kunjungannya ke AS beberapa waktu lalu untuk membahas masalah pemberian keringanan bea masuk ekspor sejumlah produk (generalized system of preferences/GSP) Indonesia. Hanya Enggar menekankan pihaknya tidak dalam posisi meminta-minta, tetapi lebih menunjukkan kepada AS bahwa ada peluang meningkatkan kerja sama.

Enggar menegaskan bahwa fasilitas GSP tidak hanya menguntungkan Indonesia, tetapi juga AS. Kunjungannya ke AS tak cuma fokus pada soal itu, tetapi lebih pada upaya mendorong penguatan perdagangan antarkedua negera. Dia optimistis road map untuk meningkatkan perdagangan dengan AS dapat diselesaikan dalam waktu 2-3 tahun.

Menlu Retno Marsudi menjelaskan hubungan antarnegara memang harus dibangun dengan saling menguntungkan dan saling percaya. "Presiden juga berpesan kalau bisa maju bersama, baik itu sektor swasta, pemerintah sebagai Indonesia incorporated, hasilnya akan lebih baik daripada biasanya," tuturnya. (Dro/X-8)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya