Kerukunan Aset Terbesar Bangsa

Haufan Hasyim Salengke
06/8/2018 07:15
Kerukunan Aset Terbesar Bangsa
(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

PRESIDEN Joko Widodo menekankan kembali bahwa kerukunan, persatuan, dan rasa kebangsaan merupakan aset terbesar bagi Indonesia. Seluruh anak bangsa pun wajib merawat aset tersebut.

Presiden menyampaikan hal itu saat membuka kegiatan Harmoni Indonesia 2018 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, kemarin. "Dengan Harmoni Indonesia 2018, kita harap semangat persatuan kita, semangat kerukunan kita, semangat kebangsaan kita, merupakan aset terbesar bangsa ini," tutur Jokowi disambut tepuk tangan ribuan peserta.

Kegiatan itu diselenggarakan untuk menyemarakkan bulan kemerdekaan dan mendukung Asian Games di Jakarta dan Palembang, 18 Agustus-2 September.

Acara Harmoni Indonesia dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh komposer Addie MS. Setelah itu, Presiden menyapa para peserta kegiatan dengan memekikkan semangat merdeka.

Peserta Harmoni Indonesia begitu antusias mengikuti acara. Mereka yang ambil bagian, antara lain para politikus, pejabat, serta akademisi dan mahasiswa. Zain, 19, mahasiswa jurusan teknologi industri Universitas Gunadarma, mengatakan pesan yang disampaikan Presiden menemukan momentumnya, yakni Indonesia dalam waktu dekat akan merayakan hari kemerdekaan dan menyelenggarakan Asian Games.

"Semangat persatuan yang tidak boleh ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia. Kita harus selalu satu, satu nusa satu bangsa, itu yang dititikberatkan oleh Bapak Presiden," ujar Zain di sela acara.

Ruth Napitupulu, 20, mahasiwa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Litigasi Jakarta, memaknai pesan Jokowi untuk menjaga kerukunan dan solidaritas di tengah perbedaan. ''Kebersamaan, persatuan, kesatuan ialah inti pesan dari acara ini.''

Harmoni Indonesia juga dihelat di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Makassar, Sulawesi Selatan, yang diikuti lebih dari 5.000 mahasiswa. Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu dalam sambutan singkatnya mengungkapkan kebanggaan dan kebahagiaan atas hadirnya para mahasiswa dari berbagai kampus. ''Tidak ada perbedaan. Kita semua yang hadir di sini adalah anak bangsa, yang bangga dan cinta akan Tanah Air," ucapnya.

Depankan kesantunan

Semangat merajut kerukunan dan dukungan terhadap pelaksanaan Asian Games 2018 juga ditunjukkan dengan senam poco-poco massal di Silang Monas Jakarta, yang diikuti pula oleh Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla beserta istri, kemarin. Sebanyak 65.000 orang ikut serta mencatatkan diri dalam rekor dunia Guinness World Record.

Menjaga kerukunan semakin relevan mengingat situasi bangsa saat ini kian menghangat jelang pilpres tahun depan. Sejumlah kalangan meminta seluruh komponen bangsa mengedepankan kesantunan dalam berpolitik.

Ketua Dakwah Khusus PP Muhammadiyah Muhammad Ziyad mengatakan, kemarin, pesta demokrasi lima tahunan semestinya dirayakan dengan kegembiraan dan kesantunan sehingga tidak merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. ''Perbedaan pilihan politik jangan sampai menyebabkan kebencian dan perpecahan di masyarakat. Utamanya dimulai dari elite-elite politik agar menjaga kata-kata, sikap, dan perilaku.''

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini juga mengatakan pentingnya peran elite untuk memastikan agar polarisasi tidak mengarah kepada ujaran kebencian dan perpecahan. (Dro/Hym/Put/LN/X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya