KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono angkat bicara terkait pro dan kontra menjelang pelaksanaan Kongres Partai ke-IV di Surabaya. SBY mengaku tahu dirinya diserang terkait maju kembali sebagai calon ketua umum periode mendatang.
"Dalam politik itu wajar. Demokrasi ya begitu. Saya tahu sejumlah kader tidak menyukai saya. Lantas mungkin ada yang kecewa karena satu dan lain hal," kata SBY dalam sebuah video yang diunggah di Youtube, Minggu (10/5/2015).
SBY menduga kekecewaan mereka lantaran ada garis politik lain yang ingin diambil kader tersebut dalam membawa partai ke depan. Selain itu, kekecewaan, karena mereka juga ingin merebut posisi sebagai ketua umum dengan segala daya dan upaya.
"Bagi saya itu wajar. Tidak ada yang luar biasa," tukas dia.
Menurut SBY, dirinya sengaja tidak memberikan pernyataan untuk menanggapi sejumlah kader yang terus berkicau tersebut. "Saya malu berdebat dengan kader sendiri. Bukan tidak punya argumentasi, tapi biarlah mengalir saja," ujar dia.
Lebih lanjut, SBY membantah pihaknya menyelenggarakan kongres dengan tidak demokratis. Termasuk soal mekanisme pemilihan ketua umum. SBY mengimbau para kader tersebut untuk lebih berhati-hati menuduh dirinya tidak demokratis.
"Tidak pernah saya untuk melarang seseorang untuk maju sebagai ketua umum. Partai tentunya ada aturan. Kalau soal pemilihan ketua umum, masing-masing partai punya caranya sendiri-sendiri," pungkasnya.
SBY juga mengungkapkan perihal dirinya maju kembali sebagai calon ketua umum. Kata dia, hal itu murni aspirasi dari kader-kader daerah agar dirinya mau memimpin satu periode lagi. Agar partai dapat berbenah dengan baik, pasca diterpa badai yang dahsyat beberapa waktu lalu. Tentunya, kesediaan itu diawali melalui diskusi dengan sang istri, Ani Yudhoyono. (Q-1)