PAN tidak Mau Terbelenggu Rekomendasi Ijtimak Ulama

Arga Sumantri
03/8/2018 18:15
PAN tidak Mau Terbelenggu Rekomendasi Ijtimak Ulama
(Antara)

PARTAI Amanat Nasional tidak mau terbelenggu rekomendasi Persaudaraan Alumni (PA) 212, terkait arah koalisi Pemilihan Presiden 2019. PAN punya mekanisme sendiri dalam menentukan sikap politik.

"Kami sebagai partai politik punya mekanisme untuk menentukan arah Pilpres 2019," kata Sekjen PAN Eddy Soeparno dalam diskusi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (3/8).

Eddy mengakui, pagi tadi PAN menerima surat dari PA 212. Surat berisi permintaan agar PAN wajib mengikuti hasil ijtimak ulama mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Ijtimak ulama PA 212 juga merekomendasikan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dan Ustaz Abdul Somad sebagai kandidat cawapres Prabowo.

"Kami dari awal menghormati ijtimak ulama itu, kami jadikan bahan pertimbangan dan bahan renungan yang paling dalam," ujarnya.

Menurut Eddy, PAN tidak bisa serta merta memutuskan sikap politik berdasar hasil ijtimak ulama. PAN baru akan bersikap setelah rapat kerja nasional (rakernas) pada 6-7 Agustus 2018.

"Kita tunggu putusan rakernas agar dapat dipertanggungjawabkan pada publik maupun internal kader," ujarnya.

Sejauh ini, Eddy menegaskan PAN belum punya sikap resmi terkait arah koalisi Pilpres 2019. PAN masih berpegang pada hasil rakernas 2017 yang memberi mandat pada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk maju di Pilpres 2019.

"Mandat itu belum dicabut, tetap kita perjuangkan Pak Zul (Zulkifli Hasan). Kita tetap itu sampai rakernas besok," ungkapnya. (Medcom/OL-1)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya