Reshuffle atau tidak, Jokowi Diminta segera Bersikap

M Rodhi Aulia
08/5/2015 00:00
Reshuffle atau tidak, Jokowi Diminta segera Bersikap
(ANTARA/Hafidz Mubarak A)
WACANA reshuffle atau perombakan kabinet merebak di kalangan dunia perpolitikan. Di samping mengganggu kinerja pemerintah, hal itu juga menimbulkan kegaduhan di tengah publik.

Karena itu, Presiden Joko Widodo diminta untuk segera bersikap apakah ada reshuffle dalam waktu dekat atau tidak. "Kalau mau, reshuffle sekarang. Kalau enggak, umumkan tidak ada reshuffle," kata pengamat politik dari CSIS Phillips J Vermonte di Jakarta.

Dikatakan, jika Presiden memang benar ingin melakukan perombakan tersebut, yang paling ideal dilakukan setelah perayaan Idul Fitri tahun ini. Menurut Phillips, hal itu untuk memastikan kinerja pemerintah dalam melayani kebutuhan pokok, logistik dan mudik masyarakat.

"Soal lebaran itu penting. Pemerintah butuh konsentrasi tinggi dalam menyediakan bahan pokok, infrastruktur. Kalau dia ganti menterinya yang terkait itu, dan itu masih perlu belajar lagi maka pelayanan akan terlambat," terang dia.

Phillips menyadari, kinerja pemerintah yang dianggap belum menampakkan hasil selama enam bulan terakhir ini, lantaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015 yang baru cair. Sementara itu, daya serapnya masih berkisar empat persen.

"Reshuffle harus hati-hati. Didasarkan evaluasi terkait performance para menteri," pungkas dia.(Q-1)






Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya