Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi intens menyeleksi sejumlah calon direktur penyidikan (dirdik). Tokoh yang memiliki kapabilitas dan loyalitas mumpuni menjadi tujuan dari proses seleksi tersebut.
Menurut juru bicara KPK Febri Diansyah, sejauh ini ada lima orang yang mengikuti seleksi. Mereka berasal dari beberapa unsur. "Jadi, ada lima calon yang masih di-seleksi. Nanti mereka sampai ke tahapan wawancara juga," terang Febri di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.
Dia menyebutkan lima calon itu terdiri atas 3 orang dari unsur Polri, 1 dari unsur kejaksaan, dan 1 dari internal KPK," jelasnya.
Tiga calon dari perwakilan Polri diketahui bernama Arief Adiharsa, Yudhiawan, dan RZ Panca Putra. Calon dari kejaksaan bernama Yudi Kristiana. "Untuk dari internal KPK tidak bisa kami sebutkan namanya karena banyak pekerjaan tertutup yang dilakukan," ucapnya.
Kelima calon tersebut, imbuh Febri, telah mengikuti seleksi sejak akhir Mei 2018 lalu. Tes dimulai dari seleksi administrasi, tes potensi, kompetensi, bahasa Inggris, dan kesehatan. "Pada tes terakhir akan diwawancarai langsung oleh lima pemimpin KPK. Setelah itu, pimpinan akan mempertimbangkan dan membahas bersama kandidat mana yang tepat."
Calon terpilih akan menggantikan posisi Dirdik Brigjen Polisi Aris Budiman yang akan kembali bertugas di Polri.
Febri menjelaskan Yudi Kristiana sebelumnya pernah menjadi jaksa penuntut umum yang bekerja di KPK pada 2011-2015. Ia pernah menangani sejumlah kasus yang menyorot perhatian publik, seperti Anas Urbaningrum, OC Kaligis, dan Patrice Rio Capella.
Yudi pada akhir 2015 di-pindahkan menjadi Kepala Bidang Penyelenggara Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Balitbang Kejaksaan Agung dan sejumlah jabatan lain hingga akhirnya menjadi Kajari Salatiga, Jawa Tengah.
Pada Maret 2018, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan Aris Budiman akan ditarik Polri untuk mengisi jabatan di lingkungan Polri. Aris sebelumnya diketahui pernah berkonflik dengan penyidik KPK Novel Baswedan.
Pejabat baru
Di sisi lain, KPK menjelaskan latar belakang dua pejabat yang baru dilantik, yakni Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) Herry Muryanto dan Direktur Pengawasan Internal (PI) Subroto.
Pelantikan tersebut di-pimpin langsung oleh Ketua KPK Agus Rahardjo di gedung penunjang, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin.
"KPK mengisi dua jabatan struktural di PIMP hari ini dengan melantik Subroto sebagai Direktur PI dan Herry Muryanto dalam jabatan Deputi PIPM," jelas Febri.
Herry Muryanto yang lahir di Jakarta pada 29 Januari 1966 sebelumnya ialah Direktur Penyelidikan pada Kedeputian Penindakan KPK. Yang bersangkutan bergabung di KPK sejak Februari 2006 sebagai penyelidik madya.
"Setelah 10 tahun bergabung di KPK, Herry melepaskan status kepegawaian di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan menjadi pegawai tetap di KPK, sedangkan Subroto kelahiran 6 April 1966 ialah kandidat dari sumber pegawai negeri yang dipekerjakan (PNYD) dari BPKP," urainya.
Lebih lanjut, Febri menyatakan bahwa dua jabatan tersebut sempat kosong beberapa waktu. (Ant/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved