Perombakan Kabinet untuk Tingkatkan Kinerja Pemerintah

Anshar Dwi Wibowo
06/5/2015 00:00
Perombakan Kabinet untuk Tingkatkan Kinerja Pemerintah
( ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
WACANA perombakan Kabinet Kerja kian santer terdengar. Bahkan, Ketua DPR Setya Novanto mengklaim Presiden Joko Widodo telah mengantongi nama-nama menteri yang dinilai tidak cocok pada posisinya di kabinet. Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan reposisi para menteri perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.

"Ya pentingnya untuk meningkatkan kinerja pemerintah, di situ pentingnya," ujarnya di Jakarta, Rabu (6/5). JK memastikan, siapa saja yang berada dalam jajaran kabinet bisa dievaluasi. Tidak terkecuali Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan. Sekedar informasi, pada Maret 2015 Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto pernah mengatakan Kepala Staf Kepresidenan tidak masuk dalam daftar evaluasi sebab mempunyai tugas memonitor program prioritas.

"Siapa pun yang diangkat Presiden itu dapat diganti oleh Presiden. Itu saja rumusnya," ucapnya. Lebih lanjut, JK masih enggan mengatakan kapan tepatnya perombakan kabinet akan dilakukan. Meskipun sejumlah kalangan mengungkapkan kekecewaan terhadap kinerja kabinet.  "Belum, tunggu saja waktunya, tunggu saja. Sabar-sabarlah," katanya Sementara itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Hamonangan Laoly mengungkapkan mengenai perombakan kabinet sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden. Menurutnya, dalam melaksanakan tugas yang terpenting bekerja dengan sebaik-baiknya. "Itu mana kita tahu, Presidennya yang punya keweanagan. Kalau kita kerja yang terbaik saja," tuturnya. (P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya