Demokrat: Semua Kader Punya Kesempatan Jadi Caketum
Nur Aivanni/Surya Perkasa
06/5/2015 00:00
( ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
WAKIL Ketua Umum Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan semua kader mempunyai kesempatan untuk mencalonkan diri sebagai calon ketua umum. Asalkan, lanjut dia, calon yang bersangkutan diusung oleh pemegang hak suara. "Boleh saja mencalonkan. Mekanisme dalam AD/ART dan Tatib di partai syarat untuk menjadi calon adalah balon. Dari balon harus dicalonkan diusung pemegang hak suara. Sehingga siapa saja yang diusung pemegang hak suara dengan jumlah tertentu bisa menjadi calon ketum," tuturnya saat ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (6/5).
Kendati demikian, Wakil Ketua DPR itu mengutarakan bahwa sepanjang dirinya keliling di Indonesia, mayoritas kader partai berlambang mercy yang mempunyai hak suara tersebut menginginkan Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi ketua umum.
"Sehingga kalau ada calon lain, pasti akan berfikir. Kalau dari balon ke calon hanya nol kan percuma. Ibaratnya dorong tembok. Mayoritas masih inginkan SBY," ujarnya dengan yakin. Sebelumnya, dikabarkan Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie dan kader Partai Demokrat Gede Pasek Suardika akan mencalonkan diri sebagai calon ketua umum. Namun, sayangnya mereka belum mendapatkan undangan untuk hadir dalam Kongres PD yang akan digelar pada 11 Mei-13 Mei 2015 di Surabaya, Jawa Timur.
Menanggapi itu, Agus menegaskan bahwa Marzuki pasti diundang. Pasalnya, lanjut dia, Marzuki merupakan bagian dari keluarga besar Partai Demokrat. "Pak Marzuki Alie pasti dapat undangan. Karena memang dia sampai saat ini masih warga besar Demokrat. Bahkan beliau wakil ketua majelis tinggi. Saya yakinkan akan dapat. Mungkin waktu saja," tuturnya.
Sementara, undangan untuk Gede Pasek masih akan dicek terlebih dahulu. "Kalau Pak Pasek coba kita lihat. Adanya di DPD kita lihat ke belakang, beliau masih menjadi warga Partai Demokrat apa tidak. Kita teliti," tandasnya.
Terkait dengan majunya SBU sebagai calon ketum, Agus Hermanto mengatakan SBY tidak pernah memiliki keinginan untuk kembali maju menjadi calon ketum. Tapi karena dorongan dari DPC dan DPD Demokrat di seluruh daerah, SBY akhirnya kembali maju.
"Soal keinginan jadi ketua umum bukanlah kehendak pak SBY. Memang dorongan dan keinginan seluruh kader PD yang diwakili hak suara yaitu ketua DPC dan DPD serta pemilik hak suara yang menginginkan dan mengebu-gebu," tutur Agus. SBY didukung karena banyak memberikan kontribusi kepada partai. Sebagai presiden selama 10 tahun, SBY juga banyak memperjuangkan kepentingan bangsa.
Karena banyaknya kontribusi dan kemampuan SBY memimpin, kini suami Ani Yudhoyono itu diminta memimpin partai untuk meningkatkan suara Demokrat di Pemilu 2019. "Kami mendorong agar pak SBY mencurahkan dirinya kepada partai. Hanya pak SBY yang bisa me-rebound hasil Pemilu 2019 sama dengan 2009," terang Agus. (Q-1)