Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
STAF Ahli Menteri Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lemabaga Kementerian Dalam Negeri Anselmus Tan menilai perlu adanya inovasi bagi para kepala daerah dalam menerapkan aspek pembagunan berkelanjutan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Inovasi tersebut dapat disesuaikan dengan potensi daerahnya masing-masing.
"Inovasi merupakan kata kunci daerah untuk melalukan pembagunan berkelanjutan. Tidak ada lagi keraguan dalam mengembangkan inovasi pembagunan," ungkapnya dalam acara workshop di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Selasa (31/7).
Dirinya menuturkan, para kepala daerah tidak perlu khawatir dengan invonasi tersebut. Pasalnya, sudah ada pedoman yang dapat dijadikan acuan yakni UU No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah serta UU No 30 2014 tentang Administratsi Pemerintah.
"Tidak ada lagi keraguan dalam mengembangkan inovasi pembagunan khusunya dalam menerapkan 17 aspek yang menjadi tujuan program berkelanjutan," ungkapnya.
Menurutnya, para kepala daerah penting untuk menerapkan aspek tujuan pembagunan berkelanjutan sesuai aturan yang berlaku. Dengan begitu, sambung dia, setiap perencanaan yang dituangkan dalam Rencana Pembagunan Jangka Menegah Daerah serta Rencana Aksi Daerah (RAD) tidak akan bermasalah karena sesuai dengan ketentuan.
Sementara itu Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Sri Indah Wibi Nastiti menuturkan lembaganya secara konsisten terus melakukan pendampingan kepada para kepala daerah dalam penyusunan RPJMD dan RAD.
Pendampingan tersebut dilakukan guna terdapat sinkronisasi antara RPJMD dengan RPJMN serta Tujuan Pembagunan Berkelanjutan sehingga program-program tersebut dapat diterapkan hingga tingkat daerah.
Dirinya menilai saat ini kendala yang masih sering dihadapi hanyalah terkait terminoligi 17 target yang ada dalam tujuan pembagunan berkelanjutan. Pendampingan tersebut dilakukan dalam menjelaskan terkait apa saja program yang telah masuk ke tujuan tersebut.
"Ada miss dalam terminologi saja, lebih menjelaskan bagaimana yang sudah dilakukan itu masuk ke goals yang mana," ungkapnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved