Politisasi Agama Tidak Laku Jika Publik Cerdas

Nurjiyanto
29/7/2018 18:51
Politisasi Agama Tidak Laku Jika Publik Cerdas
(MI/RAMDANI)

ANTROPOLOG Budaya dari King Fahd University Of Petroloem Arab Saudi Sumanto Al Qurtuby menuturkan para akademisi memiliki kewajiban untuk terjun ke lapisan masyarakat ditingkat bawah dalam melakukan literasi khususnya dalam hal pendidikan politik. Pasalnya, para akademisi dianggap mampu menjelaskan terkait pendidikan politik secara sederhana serta objektif.

Menurutnya salah satu pendekatan yang nantinya dapat digunakan dalam proses tersebut ialah dengan pendekatan kebudayaan yang disesuaikan dengan kultur daerah tersebut. Hal tersebut pun menurutnya dapat dijadikan opsi dalam menjelaskan terkait pemahaman dalam meredam isu politik identitas yang berpotensi masih akan terjadi pada gelaran Pilpres mendatang.

"Mencerdaskan akar rumput itu penting, itu diperlukan karena politisasi agama itu dilakukan untukmenyasar kelompok tersebut. Perlu adanya dialog untuk itu dan bisa dilakukan melalui pendekatan kebudayaan masing-masing daerah. Semua profesi bertanggung jawab akan hal ini termasuk akademisi," ungkapnya saat ditemui setelah menghadiri diskusi Kebangsaan di Gedung STOVIA Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Minggu (29/7).

Dialog-dialog tersebut menurutnya bisa menjadi opsi dalam meredam mencuatnya penggunaan politik identitas sehingga masyarakat mampu lebih mengedepankan rasionalitas mereka dalam menentukan pilihannya. Menurutnya masyarakat kelompok akar rumput perlu dituntun agar nantinya dapat lebih mempertimbangkan sisi kualitas serta program yang ditawarkan dalam memilih calon pemimpinnya.

Dirinya pun menilai politisasi ditempat-tempat ibadah perlu dihindari oleh para kontestan politik. Pasalnya, hal tersebut cenderung akan mengikis rasionalitas masyarakat dalam menentukan pilihannya nanti.

"Mesjid misalnya dipakai untuk kampanye dan politik praktis. Itu saya rasa gak baik untuk dilakukan. Berpolitik boleh karena itu hak seluruh masyarakat tapi cara dan prosesnya itu yang perlu diperhatikan. Jangan sampai mengkerdilkan rasionalitas masyarakat," ungkapnya.

Untuk itu dirinya mendorong agar semua pihak yang bertarung dalam kontestasi politik mampu memberikan contoh politik yang baik dengan cara menjual program-program mereka kedapan ketimbang menggunakan isu politik identitas.

"Yang suka mainkan agama itu kan parpol-arpol yang tidak memiliki prpgram yang jelas. Potensi itu memang selalu ada, kelompok ini akan menggunakan berbagai macam cara untuk meraih kekuasaan. Untuk itu kita jangan samapi terpengaruh, jadi harus ada pendidikan politik. Sialakan berpolitik secara sehat," ungkapnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya