Koalisi di Kubu Prabowo Mengarah ke Perpecahan

M. Taufan SP Bustan
29/7/2018 17:17
Koalisi di Kubu Prabowo Mengarah ke Perpecahan
(Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat (JPPR) Sunanto . MI/ BARY FATHAHILAH)

KOORDINATOR Nasional (Kornas) Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sunanto menilai wacana koalisi Prabowo Subianto sangat simpang siur dan terlalu dinamis.

Bahkan, menurutnya, partai yang ada baik itu PKS, PAN, bahkan yang terbaru Demokrat mengaku bergabung di kubu Prabowo belum menunjukan arah dukungan yang kongkrit.

"Bahkan sekarang partai yang ada mengarah ke perpecahan," terang Sunanto kepada Media Indonesia di Jakarta, Minggu (29/7).

Oleh karena itu, lanjutnya, maka kompromi untuk kepentingan keumatan dan negara harus dilakukan. "PKS seharusnya bisa legowo yah, apabila memang enggak terpilih menjadi pendamping Prabowo," ungkap Sunanto.

Bagaimana pun, PKS memang harus legowo ketika kadernya tidak terpilih sebagai wakil presiden Prabowo di pilpres mendatang.

Dan yang terpenting, PKS harus tetap bertahan dan membuktikan dukungan penuhnya kepada Prabowo.

"Seharusnya bertahan agar tidak tergurus dan menimbulkan perpecahan," jelas Sunanto.

Pun tidak terpilih nantinya, PKS tentu memiliki posisi tawar lain. Misalnya, mempersiapkan kader yang berkualitas untuk dijadikan sebagai menteri ketika pasangan Prabowo memang.

"Legowo terus minta jatah menteri kan bisa yah. Sebaiknya PKS tetap bertahan. Namun harus menyiapkan kader terbaik untuk jatah menteri," tandas Sunanto.

Sebagaimana diketahui, PKS telah menyodorkan sembilan nama kader terbaiknya untuk mendampingi Prabowo di pilpres mendatang. Dari sembilan nama itu, termasuk mantan Presiden PKS Anies Matta, Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, dan beberapa nama lainnya.

Mereka yang ditawarkan kepada Prabowo diklaim sebagai kader terbaik PKS.

Terkhusus Anies dan Salim dinilai memiliki massa yang cukup banyak dan bisa mendongkrak suara Prabowo.

"Saya pikir ketika Prabowo mengambil salah satu dari dua kader itu, misalnya Anies atau Salim suara dari Pulau Sulawesi pasti besar. Ya tinggal Prabowo saja yang menentukan," tambah Anggota Dewan Syuro PKS Refrizal.

Sampai saat ini pun koalisi di kubuh Prabowo masih dinamis, pertemuan demi pertemuan terus mereka lakukan.

Entah siapa yang akan menjadi pendamping Prabowo, semua pihak diminta untuk bersabar menunggu keputusan dari para petinggi partai yang ada di kubuh tersebut. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya