PDIP Nilai Konsep Capres-Cawapres Nasionalis Religius kurang Tepat

Golda Eksa
28/7/2018 21:50
PDIP Nilai Konsep Capres-Cawapres Nasionalis Religius kurang Tepat
(MI/Susanto)

SEKRETARIS Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai konsep duet nasionalis religius untuk calon presiden-calon wakil presiden kurang tepat. Konsep tersebut sebelumnya digagas oleh pimpinan ormas Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

"Ya, konsep itu kurang tepat karena nasionalis itu, ya religius," ujar Hasto kepada wartawan seusai acara Deklarasi Bulaksumur untuk Kemenangan Jokowi 2019, di Jakarta, Sabtu (28/9).

Acara diselenggarakan para alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Komunitas Blusukan JKW.

"Karena kita negara Pancasila, di mana dengan prinsip yang pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, bangsa Indonesia adalah bangsa yang ber-Tuhan, yang menyembah Tuhan dengan cara kita masing-masing. Dengan demikian, dua konsep itu tidak bisa dikontradiksikan, semua melebur dalam Pancasila," sambung dia.

Contoh, sambung dia, di kubu petahana capres Joko Widodo sangat jelas yang dibutuhkan ialah figur cawapres yang memiliki ideologis, merakyat, dan masih merupakan satu kesatuan (paham) kepemimpinan dengan Jokowi.

"Yaitu, memiliki kemampuan teknokratis, menjadi benteng konstitusi, dan satu kesatuan kepemimpinan untuk rakyat. Ini sudah didialogkan bersama dalam pertemuan antara presiden dengan seluruh ketua umum partai politik yang mengusung beliau," katanya.

Menurut dia, kepemimpinan yang diperlihatkan Presiden Joko Widodo ialah kepemimpinan yang merangkul semua elemen. Bukti nyata kinerja petahana pun direspons positif oleh masyarakat, seperti deklarasi yang diberikan Komunitas Blusukan JKW. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya