Komunitas Blusukan JKW Perangi Hoaks lewat Kampanye Daring

Golda Eksa
28/7/2018 20:00
Komunitas Blusukan JKW Perangi Hoaks lewat Kampanye Daring
(MI/Susanto)

PENYEBARAN berita bohong (hoaks), fitnah, dan menghalalkan segala cara yang bertujuan membunuh karakter maupun mengaburkan fakta kinerja nyata Presiden Joko Widodo harus dikandaskan. Program pembangunan pun sedianya tetap berlanjut demi menuntaskan cita-cita nasional.

Hal itu dikemukakan Ketua Komunitas Blusukan JKW Teguh Indrayana seusai acara Deklarasi Bulaksumur untuk Kemenangan Jokowi 2019, di Jakarta, Sabtu (28/9). Komunitas tersebut diinisiasi oleh ribuan alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM), kampus yang membesarkan Presiden Jokowi.

Turut hadir Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekjen Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani, politisi Partai Golkar Nusron Wahid, dan pakar ekonomi Universitas Gadjah Mada Tony Prasetyantono.

"Kelihatannya dengan kondisi sekarang ini kita harus turun gunung lagi. Kita meski sudah tua, melihat kondisi saat ini maka kita harus kembali untuk mendukung Jokowi memenangkan kompetisi (pilpres)," ujar Teguh.

Komitmen memenangkan Jokowi, sambung dia, merupakan hasil kesepakatan para alumni UGM yang tergabung dalam komunitas. Ia mengaku sangat disayangkan apabila perjuangan yang nyata-nyata keberhasilannya telah dirasakan masyarakat tidak dilanjutkan.

"Kami mendukung perjuangan itu dengan menggelar kampanye melalui media sosial. Melalui udara, kami akan sampaikan apa saja capaian kinerja Jokowi agar tersebar dan sampai ke masyarakat luas. Itu lebih efektif ketimbang hanya mengerahkan massa."

Menurut dia, upaya memerangi penyebaran berita bohong dan fitnah merupakan prioritas. Di sisi lain, meski komunitas mayoritas bermaterikan alumnus UGM, namun tetap terbuka bagi semua pihak yang memiliki kesamaan paham untuk bergabung demi satu perjuangan. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya